Minat Pada Mobil Listrik Bekas Melonjak, ENTREV Sebut Jadi Sinyal Baik untuk Industri
“Perkembangan ini menunjukkan bahwa kendaraan listrik tidak lagi dipandang sebagai teknologi baru yang eksklusif, tetapi mulai menjadi pilihan yang realistis bagi masyarakat. Ketika pasar mobil listrik bekas tumbuh, akses masyarakat terhadap EV juga semakin terbuka, sekaligus memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional,” ujar Nasrullah Salim.
Menurut dia, makin banyaknya model kendaraan elektrifikasi yang beredar di pasar sekunder, ENTREV menilai momentum ini dapat mempercepat transisi menuju transportasi rendah emisi di Indonesia.
"Dukungan ekosistem, peningkatan literasi masyarakat, serta kesiapan infrastruktur diharapkan mampu menjaga tren positif tersebut agar adopsi kendaraan listrik terus berkembang secara berkelanjutan," ucap Nasrullah.(mcr10/jpnn)
Balai lelang PT JBA Indonesia mencatat sepanjang awal 2026 keberagaman model kendaraan elektrifikasi yang dilelang makin meningkat.
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul
- Pacu Produktivitas Industri Jatim, MHE Jebsen & Jessen Kupas Tuntas Otomasi Gudang
- Kuasai Materi, Afi Kalla Tampil Dominan di Debat Perdana Caketum HIPMI Jambi
- Pemerintah Subsidi Motor Listrik Rp 5 Juta Per Unit, Mobil Bebas PPN
- Kata Jenderal Moeldoko soal Simpang Siur Pajak Kendaraan Listrik, Sentil Kemendagri
- Purbaya Siapkan Insentif Kendaraan Listrik, Kapan Dimulai?
- Dari Hulu ke Hilir, Industri Investasi Emas Optimistis Tumbuh Tahun Ini
JPNN.com




