MIND ID Tekan Limbah B3 hingga 38 Persen untuk Pemanfaatan Kembali Material Tambang
"Baik limbah B3 maupun limbah non-B3 terus menurun karena operasi dilakukan secara lebih efisien sehingga limbah yang dihasilkan semakin berkurang," kata Binahidra dalam Invirotech Expo 2026.

Limbah Grup MIND ID dikelola secara mandiri maupun dengan menggandeng pihak ketiga berizin.
Hasil pengelolaan limbah operasi tambang dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan operasional maupun pembangunan infrastruktur bagi masyarakat di sekitar daerah operasional.
Salah satu program yang sudah berjalan secara berkelanjutan adalah dari PT Aneka Tambang melalui Unit Bisnis Pertambangan Nikel Kolaka yang memanfaatkan slag feronikel menjadi batako dan paving block.
Material slag diangkut dari area penampungan, dicampur dengan semen dan air, kemudian dicetak dan dikeringkan untuk menghasilkan produk konstruksi yang memiliki nilai tambah dengan total produksi tahunan mencapai 5.000 ton per tahun.
PT Freeport Indonesia memanfaatkan tailing sebagai material agregat campuran paste backfill untuk operasi tambang bawah tanah dengan kapasitas pemanfaatan sekitar 1.500 kiloton per tahun.
Sementara PT Vale Indonesia Tbk memanfaatkan slag nikel untuk pembangunan jalan, infrastruktur tambang, dan stabilisasi lahan dengan volume pemanfaatan mencapai 5.300 kiloton per tahun.
MIND ID mencatat volume limbah padat B3 yang dihasilkan turun 38 persen dalam dua tahun
- Lomba MediaMIND 2026, Jurnalis dan Publik Diajak Angkat Kisah Kedaulatan Indonesia
- Penertiban Tambang Ilegal Dinilai Titik Awal Tata Kelola Industri yang Lebih Sehat
- Kericuhan Pecah di Area PT Timah, Ahok Singgung Harga Beli Tak Sesuai Pasar
- Menteri LH Dorong Ekosistem Pengelolaan Limbah B3 dan Medis yang Transparan dan Berkelanjutan
- IMI Dorong Bank Indonesia Perkuat Cadangan Emas
- Penertiban Tambang Ilegal Berimplikasi Pada Laba hingga Harga Saham TINS
JPNN.com




