Minggat

Oleh Dahlan Iskan

Minggat
Dahlan Iskan. Foto: Ricardo/JPNN.com

Namun rasanya Trump tidak senaif itu. Ia seorang petarung yang punya filsafat "membalas satu pukulan dengan 100 pukulan yang lebih berat".

Itulah pula yang dikhawatirkan John Brennan, mantan kepala Dinas Intelijen Amerika Serikat, CIA.

Brennan minggu ini akan meluncurkan sebuah buku. Sekarang pun sudah gempar: borok Trump akan diungkap lebih banyak di buku itu.

"Begitu kalah Trump akan melakukan provokasi kerusuhan," ujar Brennan tentang kekalahan Trump nanti.

Setelah itu, kata Brennan, Trump akan memberlakukan negara dalam keadaan darurat. Itulah sebabnya Mahkamah Agung Federal akan memegang peran penting. Dan karena itu Trump ngotot menunjuk hakim agung baru yang pro-konservatif.

Brennan sebenarnya merasa agak telat menerbitkan bukunya ini. Itu karena ia sempat mengalami kesulitan untuk mendapatkan dokumen-dokumen CIA yang ia butuhkan. Yakni setelah ia disingkirkan dari CIA tuga tahun lalu.

Empat tahun lamanya Brennan menduduki jabatan tertinggi CIA itu –sejak tahun 2013.

Namun dengan keterlambatan itu Brennan bisa diuntungkan: ia bisa menepis tuduhan bukunya itu untuk memenangkan Biden. Saat buku ini terbit sudah banyak orang Amerika yang mencoblos surat suara.

Teman saya di Amerika bertanya kepada saya: apakah Indonesia mau menampung Donald Trump.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News