Mobil Listrik Dinilai Berat, Geely Fokus Garap Kendaraan Metanol
jpnn.com, TIONGKOK - Produsen mobil asal China, Geely Auto dikabarkan fokus mengembangkan mobil berbahan bakar metanol dibandingkan kendaraan listrik.
Langkah itu dilakukan sebagai altenatif energi kendaraan di tengah dominasi mobil listrik berbasis baterai.
Ketua Geely, Li Shufu mengungkapkan kendaraan listrik berbasis baterai lithium memiliki bobot yang terlalu berat untuk transportasi masa depan.
Dia menyebut mobil tanpa suara itu bisa memiliki berat hingga dua kali lipat dibandingkan kendaraan berbahan bakar metanol dengan ukuran setara.
Li menyebut sejumlah kebijakan terbaru pemerintah China mendukung pengembangan bahan bakar alternatif selain kendaraan listrik baterai.
Salah satunya tentang percepatan transisi ekonomi hijau secara menyeluruh, yang mencakup pembangunan infrastruktur untuk pengisian daya, penukaran baterai, hidrogen, dan metanol.
Pada Oktober 2024, enam lembaga pemerintah China mengeluarkan panduan bersama untuk mendorong pengembangan basis energi terbarukan terpadu yang menggabungkan tenaga angin, surya, hidrogen, amonia, dan metanol.
"Kebijakan-kebijakan ini menandai dimulainya penggantian energi skala besar di dalam negeri China," ungkap Li seperti dikutip dari CarNewsChina.
Geely Auto dikabarkan fokus mengembangkan mobil berbahan bakar metanol dibandingkan kendaraan listrik. Ini alasannya.
- DPR Tagih BYD Soal Komitmen Lokalisasi Produk di Indonesia
- Perang AS-Iran Masih Panjang, Purbaya Ungkap Strategi Menekan Impor BBM
- Produsen Otomotif China Dukung Insentif EV Berbasis Nikel dari Pemerintah
- BYD Bersiap Meluncurkan Atto 1 Terbaru, Bawa Penyegaran Menarik
- Program Undian Spektakuler Paramount Land Bagi-Bagi iPhone 17 hingga Mobil Listrik
- Hyundai Siapkan Ioniq V dengan 2 Pilihan Teknologi Elektrifikasi
JPNN.com




