Mobil Masih Sering Dipakai, Tetapi Harga Jualnya Terus Menyusut, Ini Penyebabnya
jpnn.com, JAKARTA - Banyak perusahaan masih mempertahankan kendaraan operasionalnya karena merasa mobil tersebut masih layak digunakan.
Namun, di balik itu semua harga mobil terus mengalami penurunan setiap bulannya.
Sejatinya, kondisi tersebut memang merupakan hal yang wajar dalam dunia otomotif, tetapi ada sejumlah faktor yang membuat harga jual mobil turun lebih cepat dari seharusnya.
CEO Garasi.id, Ardy Alam menilai secara operasional mungkin kendaraan masih bisa digunakan sehari-hari oleh perusahaan.
Sebab, kata dia, mesin masih hidup, AC masih dingin, dan kendaraan belum mengalami kerusakan besar.
Namun dari sisi aset, nilainya sebenarnya terus mengalami penurunan setiap bulan.
Pada saat bersamaan, biaya kepemilikan justru mulai meningkat, terutama ketika kendaraan memasuki tahun keempat dan kelima.
"Pada periode tersebut biasanya servis berkala mulai lebih sering, komponen fast moving mulai banyak diganti, risiko downtime meningkat, dan potensi kerusakan besar mulai muncul," kata Ardy dalam siaran persnya, Senin (8/6).
Ada sejumlah faktor yang membuat harga jual mobil turun lebih cepat dari seharusnya. Simak selengkapnya di sini.
- Dolar Meroket, VinFast Akan Naikkan Harga Mobil
- Nilai Tukar Rupiah Melemah, BYD Masih Tahan Harga Mobil
- Pengemudi Wajib Tahu, Ini Cara Mengatasi Masalah Mobil di Jalan
- Waspada, Mobil Bekas Banjir Sulit Terdeteksi, Jasa Inspeksi jadi Solusi
- Kiat Hadapi Mobil Mogok Saat Berada di Jalan, Silakan Disimak
- Garasi.id Hadirkan Layanan Asisten Darurat 24/7, Jawaban Atas Kebutuhan Nyata Pengemudi Indonesia
JPNN.com




