Mobil Masih Sering Dipakai, Tetapi Harga Jualnya Terus Menyusut, Ini Penyebabnya

Mobil Masih Sering Dipakai, Tetapi Harga Jualnya Terus Menyusut, Ini Penyebabnya
Jajaran mobil bekas yang berada di Showroom. ilustrasi. Foto: Dedi Sofian

Dia menjelaskan jika sebelumnya biaya servis tahunan hanya Rp3–5 juta, di usia ini pengeluaran bisa naik menjadi Rp10–15 juta per tahun.

Ardy mengungkapkan mobil bahkan bisa mengalami kerusakan pada transmisi, sistem pendingin, atau kaki-kaki.

"Yang sering tidak disadari, perusahaan sebenarnya mengalami dua kerugian sekaligus. Nilai aset turun. Biaya mempertahankan aset naik. Di titik tertentu, kendaraan bukan lagi menghasilkan efisiensi, tetapi mulai menggerus cash flow operasional," tuturnya.

Dalam simulasi yang dijelaskan Ardy, kendaraan operasional yang dibeli seharga Rp 250 juta jika dijual di tahun keempat.

Maka nilai pasar masih berada di kisaran Rp140–150 juta.

Pada periode tersebut, kondisi kendaraan umumnya masih relatif sehat, risiko major repair belum terlalu tinggi, dan kendaraan masih menarik bagi showroom maupun end user.

Namun, jika kendaraan baru dijual di tahun ke-6 atau ke-7 nilai pasar bisa turun menjadi Rp90–110 juta.

Sebab, kata dia, angka kilometer pada kendaraan itu sudah tinggi, risiko kerusakan besar meningkat, showroom mulai lebih agresif menekan harga.

Ada sejumlah faktor yang membuat harga jual mobil turun lebih cepat dari seharusnya. Simak selengkapnya di sini.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News