Mobil Masih Sering Dipakai, Tetapi Harga Jualnya Terus Menyusut, Ini Penyebabnya

Mobil Masih Sering Dipakai, Tetapi Harga Jualnya Terus Menyusut, Ini Penyebabnya
Jajaran mobil bekas yang berada di Showroom. ilustrasi. Foto: Dedi Sofian

Artinya, hanya karena terlambat menjual 1–2 tahun, perusahaan bisa kehilangan value Rp3050 juta per unit.

Itu belum termasuk biaya tambahan yang sudah dikeluarkan selama mempertahankan kendaraan tersebut.

Dia menyebut menjual kendaraan ke showroom masih menjadi pilihan yang paling umum karena praktis.

Keunggulannya transaksi lebih cepat, tidak perlu mencari pembeli, cocok untuk penjualan armada dalam jumlah besar, dan proses administrasi lebih sederhana.

Namun, ada harga yang harus dibayar dari kepraktisan tersebut. Showroom membeli kendaraan bukan untuk dipakai, melainkan untuk dijual kembali.

Itu artinya mereka membutuhkan margin keuntungan, biaya refurbish, biaya stok unit, hingga buffer risiko jika kendaraan sulit terjual.

Akibatnya, harga beli showroom hampir selalu berada di bawah market value.

Dia mencontohkan market value kendaraan Rp145 juta, estimasi biaya refurbish showroom Rp5–8 juta, margin dealer Rp10–15 juta.

Ada sejumlah faktor yang membuat harga jual mobil turun lebih cepat dari seharusnya. Simak selengkapnya di sini.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News