Mobil Pribadi Beli Pertalite Dibatasi 50 Liter/Hari, Bahlil: Itu Tangki Sudah Penuh
jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah akan melakukan pembatasan mengenai pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dengan batas 50 liter per kendaraan.
Pembelian BBM itu akan menggunakan metode kode batang atau barcode melalui Aplikasi MyPertamina.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan pembatasan pembelian BBM bersubsidi, seperti biosolar maupun Pertalite, sebanyak 50 liter per hari untuk mobil pribadi sudah cukup untuk mengisi kendaraan hingga penuh.
“Sebagai mantan sopir angkot, wajar dan bijak itu kalau isi mobil satu hari 50 liter. Itu tangki sudah penuh. Satu hari. Jadi, kami akan mendorong ke sana,” ujar Bahlil dalam konferensi pers terkait kebijakan-kebijakan pemerintah dalam menyikapi kondisi geopolitik global, dipantau secara daring dari Jakarta, Selasa.
Rencana pembatasan pembelian Pertalite dan Biosolar tersebut selaras dengan Surat Keputusan (SK) Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi Republik Indonesia Nomor 024/KOM/BPH.DBBM/2026, yang beredar di kalangan media.
Surat tersebut memuat soal pengendalian penyaluran jenis bahan bakar minyak tertentu jenis minyak solar (biosolar) dan jenis bahan bakar minyak khusus penugasan jenis bensin RON 90 (Pertalite) oleh badan usaha penugasan (Pertamina) pada transportasi kendaraan bermotor untuk angkutan orang dan/atau barang.
Dalam SK tersebut, memuat rencana pembatasan pembelian Pertalite, dengan kendaraan bermotor perseorangan/umum untuk angkutan orang dan/atau barang roda empat paling banyak 50 liter per hari per kendaraan.
Pembatasan serupa juga berlaku bagi kendaraan bermotor untuk pelayanan umum, seperti mobil ambulans, mobil jenazah, mobil pemadam kebakaran, dan mobil pengangkut sampah.
Pembelian BBM bersubsidi, seperti biosolar maupun Pertalite, sebanyak 50 liter per hari untuk mobil pribadi sudah cukup.
- Abuleke Bahlil
- Pakar: Apa Urgensi Subsidi BBM Dipangkas
- Peserta 'Touring to Mandalika' Lihat Proses Produksi dan Uji Kualitas BBM di Balongan
- Bahlil Rangkap Jabatan Menteri ESDM dan Menko Hilirisasi, Pengamat: Kurang Tepat
- Soroti Rekam Jejak Bahlil, Akademisi Optimistis Hilirisasi Energi Makin Cepat
- Jawab Kritik Rangkap Jabatan Bahlil, ARF: Justru Perjelas Rantai Koordinasi
JPNN.com




