Minggu, 21 Juli 2019 – 14:14 WIB

Modal Awal Federer Kembali ke Puncak

Senin, 10 Januari 2011 – 18:18 WIB
Modal Awal Federer Kembali ke Puncak - JPNN.COM

DOHA - Musim 2011 bisa menjadi tahun kebangkitan bagi Roger Federer. Mantan petenis nomor satu ATP (Asosiasi Tenis Putra) yang kini berada di peringkat kedua itu punya keyakinan bisa kembali ke puncak. Gelar juara Qatar Terbuka 2011 disebutnya menjadi awal dari kampanye tersebut.

Musim ini dibuka Federer dengan gemilang. Petenis Swiss itu langsung meraih gelar juara pada turnamen resmi pertama yang diikutinya pada musim 2011. Federer menjadi juara setelah mengalahkan Nikolay Davydenko (Rusia), 6-3, 6-4. Gelar tersebut menjadi yang ketiga kalinya bagi Federer di Doha, setelah dia menjadi juara di tahun 2005 dan 2006.

Dengan mahkota juara tersebut, Federer optimistis bisa kembali ke posisi nomor satu dunia yang saat ini ditempati rivalnya, Rafael Nadal. Di turnamen itu, Nadal disingkirkan Davydenko di semifinal setelah tidak bisa tampil maksimal karena demam.

Nadal masih kukuh di puncak dengan selisih 3.305 poin dari Federer. Sulit bagi Federer untuk segera menggeser Nadal dalam waktu dekat. Dengan tampil konsisten ditambah berharap akan keterpurukan Nadal, hal itu bisa terwujud baginya.

"Rafa (Nadal) punya banyak poin untuk dipertahankan pada tahun ini, tapi dia terlihat percaya diri. Jadi, akan sulit bagi saya untuk kembali menjadi petenis nomor satu. Namun, kalau saya bermain seperti di sini, saya punya kesempatan. Anda harus punya sesuatu yang spesial untuk menjadi nomor satu dan saya sudah mempersiapkannya," kata Federer pada AFP.

Dengan tampil konsisten, Federer berharap bisa mendapatkan tambahan poin. Di samping itu, dia juga berharap pengurangan poin Nadal jika tak mampu memperthankan prestasinya di musim lalu.

Musim lalu memang seakan menjadi milik Nadal. Dia meraih tujuh gelar juara, termasuk tiga gelar grand slam, yaitu Prancis Terbuka, Wimbledon, dan Amerika Serikat (AS) Terbuka. Itu membuat Nadal memikul tugas berat pada tahun ini. Untuk itu, dia harus mempertahankan masing-masing, 2.000 poin dari gelar juara yang diperoleh di grand slam.

Sebenarnya Federer punya kesempatan menyamai rekor Pete Sampras yang menempati peringkat pertama selama 286 pekan, pada tahun lalu. Itu bisa didapatnya jika dia bisa menembus semifinal Prancis Terbuka. Sayang, ambisinya dijegal Robin Soderling (Swedia) yang menyingkirkan Federer di perempat final.

Dengan modal juara di Qatar, usaha Federer untuk kembali menjadi petenis nomor satu dunia akan dimulai dengan mempertahankan gelar juara Australia Terbuka. Grand slam  awal tahun itu akan berlansung 17-30 Januari. Di Melbourne Park, Federer harus mempertahankan 2.000 poin, sementara Nadal hanya 360 poin karena tahun lalu terhenti di perempat final , setelah mengundurkan diri karena cedera.

Peluang terbesar Federer untuk menggeser Nadal ada di bulan April-Mei. Dia bisa meraih banyak poin saat memasuki turnamen tanah liat di Eropa, karena dia hanya harus mempertahankan 970 poin, sedangkan Nadal tidak boleh kehilangan 5.000 poin setelah tahun lalu menjadi juara di Roland Garros dan tiga Turnamen Masters Series sebelum Prancis Terbuka.

Usai rentetan turnamen tanah liat, akan menjadi turnamen penting, bagi keduanya. Di grand slam lapangan rumput itu kekuatan mereka cukup berimbang. Dalam delapan tahun terahir penyelenggaraan, gelar juara Wimbledon berada di tangan kedua petenis. Mereka bahkan bertemu di final tiga kali berturut-turut, yaitu pada edisi 2006 hingga 2008.

Tentu saja Federer juga masih berambisi menambah koleksi grand slam  yang kini berjumlah 16 buah. Tambahan gelar grand slam bakal menjadi faktor kuat untuk membawanya kembali ke puncak. "Sudah pasti hal ini sangat menantang dan akan sulit dicapai karena Rafa bermain sangat baik," kata Federer. (ady/ito/jpnn)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar