Modus Pelaku Penyekapan-Pemerkosaan Wanita di Makassar

Modus Pelaku Penyekapan-Pemerkosaan Wanita di Makassar
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana. Foto: Antara

jpnn.com, MAKASSAR - Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana mengungkap modus IS (30) pelaku pemerkosaan dan penyekapan wanita inisial WA (21) asal Kalimantan Utara.

Arya menjelaskan modus pelaku yang kini ditetapkan tersangka membuka lowongan kerja melalui media sosial Facebook secara online untuk posisi babysitter atau pengasuh bayi.

"Korban membaca di Facebook lalu tertarik dan menghubungi, disuruhnya datang ke rumah pelaku ini. Ketika di rumah pelaku, pelaku ini menyampaikan kalau pekerjaan itu belum ada. Jadi, suruh kerja jadi pembantu rumah tangga dulu," tuturnya.

Setelah bekerja selama dua hari sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di rumah pelaku tersebut, pelaku tiba-tiba masuk ke kamar dengan nafsu birahi meniduri korban. Selain memerkosanya, pelaku juga membawa kabur barang korban.

"Setelah itu dua hari kerja sebagai pembantu rumah tangga, tiba-tiba di hari ketiga pelaku ini masuk ke kamar korban dan mengancam dengan cutter agar tidak berbicara, tidak berteriak, dan intinya diperkosa korban ini," ujarnya.

"Setelah korban diperkosa, uangnya juga diambil, handphone (ponselnya) diambil, motornya juga diambil dan dijual," kata Arya mengungkapkan .

Perbuatan bejat pelaku ini bukan hanya sekali menyetubuhi korban, kata dia, dilakukan beberapa kali. Korban juga disekap beberapa hari di rumah kontrakan pelaku.

"Setelah beberapa kali diperkosa akhirnya korban bisa (lolos), sebelumnya korban juga disekap, ditutup mulutnya dengan lakban, diikat tangan juga dengan lakban. Korban akhirnya bisa dan berusaha melepaskan diri dan kabur dari rumah itu," ucapnya.

Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana mengungkap modus pelaku pemerkosaan dan penyekapan wanita inisial WA (21).

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News