Monyet Codetan Penyerang Belasan Warga Inhil Ditangkap Tim Gabungan
Selanjutnya satwa tersebut akan diteliti lebih lanjut melalui pengamatan perilaku, pengambilan sampel darah untuk uji laboratorium, serta pemeriksaan kondisi taring dan kukunya guna memastikan apakah benar merupakan kera yang menyerang masyarakat.
Hasil pemeriksaan diperkirakan baru dapat diketahui dalam waktu sekitar tujuh hari.
Selama proses tersebut, BKSDA bersama aparat kepolisian tetap melakukan pemantauan di lapangan serta mempertahankan pemasangan perangkap untuk mengantisipasi kemungkinan adanya kera liar lain di kawasan tersebut.
“Hingga saat ini, tercatat 18 orang menjadi korban dalam 19 kali peristiwa penyerangan yang diduga dilakukan oleh monyet liar tersebut,” jelas Donny.
Sebagian besar korban merupakan lansia dan anak-anak, sehingga sempat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Tembilahan.
“Meski telah berhasil ditangkap, petugas mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak melakukan perburuan secara mandiri agar tidak memicu perilaku agresif satwa liar maupun mengganggu proses identifikasi yang sedang dilakukan oleh BKSDA,” tutur Donny.(Mcr36/JPNN)
Penangkapan monyet liar yang menyerang warga dilakukan di kawasan Parit 14, Lorong Tampomas, Kelurahan Tembilahan Hilir, Kecamatan Tembilahan, Inhil, Riau.
Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Rizki Ganda Marito
- Berkas Kasus Musim Mas Sudah 7 Kali Bolak Balik, Ada Kendala Apa?
- Seorang Kajari di Sultra Ditangkap, Lalu Dibawa ke Kejagung
- Kapolda Riau Irjen Arman Komitmen Bangun Polisi yang Dekat dengan Masyarakat
- Sindikat Pencurian Bermodus Geser Tas Lintas Provinsi Terbongkar, 4 Orang Ditangkap
- Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Parigi Moutong dan Poso
- Menhut: Praktik Pengelolaan Gambut di Riau akan Jadi Laboratorium
JPNN.com




