MotoGP: Pernah Jadi Juara Dunia, Joan Mir Kini Merasa Tak Dianggap
jpnn.com - Status juara dunia MotoGP ternyata tidak selalu membuat Joan Mir merasa mendapatkan pengakuan yang layak.
Pembalap Honda itu mengaku pencapaiannya bersama Suzuki pada 2020 masih dipandang sebelah mata.
Mir membuat kejutan besar ketika membawa Suzuki merebut gelar Juara Dunia. Kala itu, Mir menjadi pembalap terakhir di luar Honda, Yamaha, dan Ducati yang mampu mengangkat trofi MotoGP.
Merasa Prestasinya Diremehkan
Musim 2020 memang berlangsung dalam situasi tidak biasa karena pandemi. Kalender balapan hanya terdiri dari 14 seri, tetapi Mir mampu tampil konsisten sepanjang musim.
Dia hanya meraih satu kemenangan, tetapi enam kali lainnya berhasil finis di podium. Koleksi 171 poin akhirnya cukup untuk mengantarkannya menjadi kampiun.
Meski begitu, Mir merasa pencapaian tersebut belum mendapatkan apresiasi sebagaimana mestinya.
"Saya terkadang merasa gelar itu kurang mendapatkan pengakuan. Mungkin karena saya meraihnya bersama Suzuki, bukan dengan pabrikan yang selama ini lebih sering menjadi juara," ucapnya.
Bangga dengan Sejarah Suzuki
Mir justru menilai keberhasilannya bersama Suzuki memiliki nilai tersendiri. Pabrikan Jepang tersebut saat itu sudah lebih dari dua dekade tidak meraih gelar juara dunia di kelas utama.
Status juara dunia MotoGP ternyata tidak selalu membuat Joan Mir merasa mendapatkan pengakuan yang layak.
- Live Streaming MotoGP San Marino 2026: Marquez vs Bezzecchi Memanas
- MotoGP Misano 2026: Jorge Martin Mengaku Kesulitan Mengejar Bezzecchi
- MotoGP Misano 2026: Francesco Bagnaia Kehilangan Kepercayaan Diri, Kenapa?
- ITDC Incar 145 Ribu Penonton MotoGP Indonesia 2026, 2 Pembalap Tanah Air Jadi Harapan
- MotoGP Misano 2026: Gresini Hidupkan Kenangan Marco Simoncelli
- MotoGP Misano 2026: Ai Ogura Menepi Lagi, Mimpi Juara Dunia Makin Terancam
JPNN.com




