MTI Soroti Potret RI: Negara Baru Sibuk Benahi Keselamatan Setelah Tragedi Besar Terjadi
jpnn.com, JAKARTA - Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menilai pendekatan keselamatan transportasi seharusnya dibangun melalui tiga aspek sekaligus: education, engineering, dan enforcement.
Namun, yang terjadi di Indonesia justru sebaliknya, sistem baru bergerak setelah insiden, bukan sebelumnya.
Djoko menegaskan kondisi itu bukan sekadar kelalaian sesaat, melainkan cerminan abainya negara terhadap keselamatan transportasi jalan.
Bahkan, kata Djoko rata-rata lebih dari 100 orang meninggal setiap hari akibat kecelakaan di Indonesia, terutama di jalan raya.
Angka itu bukan berasal dari satu tragedi besar yang viral, melainkan akumulasi kecelakaan harian yang kerap luput dari perhatian.
"Sampai saat ini, perkembangan positif untuk keselamatan transportasi jalan tampaknya belum ada. Justru, pelan-pelan terjadi peningkatan," ujarnya.
Insiden kereta di Bekasi Timur menjadi bukti paling anyar dari kegagalan sistem itu. Hampir sebulan berlalu, KNKT belum mengungkap penyebab kecelakaan kereta di Bekasi Timur.
Meski investigasi belum rampung, pola persoalannya sebenarnya sudah mulai terlihat.
Tantangannya semakin kompleks, ketika standar keselamatan belum sepenuhnya mengimbangi tingginya ketergantungan masyarakat terhadap transportasi harian.
- Ketua DPRD Riau Minta Usut Tuntas Kecelakaan Pompong Tewaskan 3 Orang di Tanjung Buton
- Sopir Pikap Rombongan Hajatan yang Kecelakaan di Pantura Tewas, Jumlah Korban Jadi 12 Orang
- Kronologi Laka Maut Rombongan Hajatan di Pantura Indramayu yang Tewaskan 10 Penumpang
- Kecelakaan di Pantura Tewaskan Tiga Orang, Begini Kejadiannya
- Bus Tabrak Truk di Tol Pekanbaru-Dumai, 2 Tewas dan Belasan Orang Terluka
- Kabar Baik untuk Pelanggan Setia, Citilink Punya Hadiah Undian Mobil & Tiket Gratis
JPNN.com




