Mubes V Kosgoro 1957 Memanas, Beberapa Pengurus Daerah Nyatakan Penolakan
jpnn.com, JAKARTA - Pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) V Kosgoro 1957 mendapat penolakan keras dari sejumlah Pengurus Daerah Kolektif (PDK).
Proses penyelenggaraan forum tertinggi organisasi tersebut dinilai tidak berjalan sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang berlaku.
"Kami menolak pelaksanaan Mubes V ini karena agenda yang berjalan sudah tidak sesuai dengan jadwal resmi yang kami terima di daerah," ujar Ketua PDK Kosgoro 1957 Kalimantan Utara (Kaltara), Andra Vitri, di Jakarta pada Sabtu.
Menurut Andra, terdapat sejumlah poin dalam pelaksanaan Mubes yang dinilai tidak sesuai prosedur dan terkesan diarahkan untuk menguntungkan salah satu calon ketua umum.
Ia juga menyebut suasana forum sempat memanas hingga tokoh senior Kosgoro 1957 Agung Laksono meminta sidang diskors guna meredakan situasi.
Sementara itu, Ketua PDK Kosgoro 1957 Papua Selatan Hari Bariono menyatakan mosi tidak percaya terhadap pelaksanaan Mubes V dan menolak hasil musyawarah yang dinilainya cacat secara organisatoris.
"Kami di daerah merasa sangat dirugikan dengan cara-cara yang tidak sehat ini dan menyatakan menolak keras Mubes V Kosgoro 1957 tahun 2026," katanya.
Menurut Hari, sejumlah mekanisme organisasi tidak dijalankan dalam pelaksanaan Mubes sehingga menimbulkan keberatan dari sebagian pengurus daerah.
Pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) V Kosgoro 1957 mendapat penolakan keras dari sejumlah Pengurus Daerah Kolektif (PDK).
- Mubes V Kosgoro 1957 Mendapat Penolakan, Sari Yuliati Belum Serahkan Syarat Rp 100 Juta
- Terpilih Aklamasi Jadi Ketum Kosgoro 1957, Sari Siap Perjuangkan Hak Perempuan
- Sah! Pimpinan DPR Terpilih Aklamasi Jadi Ketum Kosgoro 1957
- Buka Mubes V Kosgoro1957, Bahlil Ungkit Kunci Kemajuan Golkar
- Tim Organisasi dan AD/ART Kosgoro 1957 Serahkan TOR Konsinyering Tiga Wilayah Menjelang Mubes V
- Kosgoro 1957 Menilai Putusan MK Soal Pemilu Picu Dilema Konstitusional
JPNN.com




