Mudik 2026: Capt. Hakeng Ungkap Strategi Baru Manajemen Trafik Laut

Mudik 2026: Capt. Hakeng Ungkap Strategi Baru Manajemen Trafik Laut
ilustrasi para penumpang kapal laut.

"Keadilan mobilitas harus dirasakan nyata; pengawasan terhadap kuota mudik gratis, seperti 7.150 kuota di Maluku Utara, harus dipastikan sampai ke tangan yang tepat tanpa praktik percaloan. Penguatan armada di wilayah Timur adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam merajut kohesi sosial bangsa," tegas Capt. Marcellus.

Integritas Keselamatan Maritim di Tengah Ancaman Patologi Digital

Terkait aspek keselamatan, Capt. Marcellus menekankan pentingnya akurasi manifes di tengah masifnya digitalisasi tiket melalui aplikasi seperti Ferizy dan PELNI Mobile. 

Dia memperingatkan munculnya percaloan digital dan tiket palsu yang dapat merusak sistem keamanan pelayaran.

"Jika tiket palsu beredar, perhitungan stabilitas kapal dan penyediaan alat keselamatan seperti sekoci serta life jacket menjadi tidak akurat. Saya mengimbau para syahbandar untuk bisa menjaga integritasnya dalam melakukan ramp check. Jangan ada toleransi sekecil apa pun terhadap kapal yang tidak laik laut (non-seaworthy) hanya demi mengejar keuntungan komersial saat peak season," tambahnya.

Mitigasi Kendaraan Listrik (EV) dan Tantangan Alam Maret 2026

Isu baru yang menjadi perhatian serius dalam rilis ini adalah meningkatnya jumlah pemudik yang membawa kendaraan listrik (EV).

Capt. Marcellus meminta operator kapal membekali kru dengan pelatihan khusus penanganan kebakaran baterai litium (thermal runaway) serta menyediakan APAR khusus di atas kapal.

Pengamat maritim menyarankan perlunya manajemen kantong parkir dan fasilitas dasar bagi pemudik yang tertahan selama masa tunggu Nyepi di Bali saat arus mudik.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News