Muktamar NU, Fatayat Serukan Gerakan Bersama Ini
Dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU, Fatayat NU juga menggelar Gathering Perempuan NU untuk Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Pesantren dengan tema “Bersama Membangun Pesantren yang Aman, Ramah Perempuan dan Anak”.
Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat perspektif bersama mengenai pencegahan kekerasan sekaligus membangun mekanisme perlindungan bagi perempuan dan anak di lingkungan pesantren.
Pj Ketua Umum PP Fatayat NU Dewi Winarti mengatakan pesantren harus menjadi ruang pendidikan yang aman, sehat, inklusif, dan bebas dari kekerasan.
“Pesantren harus menjadi ruang pendidikan yang aman, sehat, inklusif, dan bebas dari kekerasan. Upaya mewujudkannya membutuhkan komitmen bersama, mulai dari pencegahan, pendidikan dan pengasuhan, hingga mekanisme perlindungan dan penanganan korban,” kata Dewi.
Gerakan FANTIK menjadi bagian dari rangkaian FATAYAT NU CONNECT 2026 yang digelar untuk menyemarakkan Muktamar ke-35 NU. Selain isu perlindungan perempuan dan anak, kegiatan tersebut mencakup pemberdayaan ekonomi, literasi, kebudayaan, serta kegiatan sosial dan keagamaan.
Melalui gerakan tersebut, Fatayat NU menegaskan komitmennya untuk mendorong terciptanya lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan serta anak, sekaligus memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam mencegah dan menangani kekerasan. (antara/jpnn)
Fatayat NU menyerukan gerakan bersama untuk menghentikan kekerasan perempuan dan anak.
Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga
- P3NU Adukan Dugaan Aliran Dana Muktamar NU ke KPK, Gus Ipul Disorot
- Pria di Bandung Sekap dan Ancam Perempuan, Kuras ATM Korban
- Satukan Potensi Perempuan Bengkulu, Pengurus Pusat P3B Resmi Dilantik
- Gus Lilur Minta KPK Telusuri Dugaan Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
- Tanggapi PCNU Sekadau, Kiai Ismail Ghofur: Demi Muruah NU, Kami Tak Hadir di Agenda Pengondisian Muktamar
- PCNU Sekadau Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar NU ke KPK, Rp 40 Juta Dikembalikan
JPNN.com




