Muktamar NU Harus Lahirkan Ketua Umum yang Berintegritas
jpnn.com, JAKARTA - Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar pada 27-31 Agustus 2026 di Jombang, Jawa Timur, harus melahirkan pemimpin yang berintegritas.
Sebab, NU bukan hanya sekadar organisasi masyarakat keagamaan, tetapi juga kekuatan sosial yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan umat, kebangsaan, dan kemanusiaan.
Tokoh muda NU, Hatim Gazali, menilai ada sembilan kriteria yang penting dimiliki ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mendatang.
Kriteria tersebut meliputi kemampuan menjadi pemersatu di tengah dinamika internal organisasi, memiliki akar yang kuat di dunia pesantren, serta memiliki pengalaman panjang berkhidmat dari tingkat ranting hingga kepengurusan pusat.
“Selain itu, pemimpin NU perlu memiliki wawasan nasional dan global, menjaga independensi organisasi dengan tidak menjadi bagian dari partai politik maupun tidak sedang menduduki jabatan politik, serta mampu menjadikan NU sebagai kekuatan masyarakat sipil yang tetap kritis sekaligus konstruktif,” kata Hatim di Jakarta (2/8).
Kriteria berikutnya, kepemimpinan NU ke depan harus berpihak kepada kelompok masyarakat yang lemah, mampu menjaga tradisi pesantren sembari mendorong modernisasi organisasi, serta memiliki kapasitas keulamaan, kemampuan organisasi, integritas, dan rekam jejak kerja yang teruji.
Menurut Hatim, pemimpin NU harus memiliki kriteria tersebut agar organisai tetap mampu menjaga marwah pesantren, memperkuat pelayanan kepada warga, serta meningkatkan kontribusinya dalam menjawab berbagai persoalan bangsa dan tantangan global.
Hatim juga berharap Muktamar PBNU tidak hanya menghasilkan figur yang memperoleh dukungan politik terbesar.
PBNU membutuhkan pemimpin yang independen, tidak menjadi bagian dari partai politik, dan bukan pejabat politik
- PCNU Sekadau Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar NU ke KPK, Rp 40 Juta Dikembalikan
- Gus Miftah Terpilih Masuk Jajaran PBNU 2026-2031, Jabatannya Ketua
- Beredar Isu Rp480 M di Muktamar NU, Gus Nadhif Desak Penuduh Perlihatkan Bukti
- Gus Lilur Merilis Risalah Kritis dan Mendalam Tentang 'NU, Gus Dur, dan Bromocoran Politik'
- Kia Said Aqil Klarifikasi Pernyataan Gus Lilur Perihal Uang Rp 1 Miliar Setelah Muktamar NU
- Dinamika PBNU Menghangat, PKB Hormati Hasil Muktamar Jombang
JPNN.com




