Musim Hujan Diprediksi Mundur ke Januari 2026, Petani Diminta Waspadai Dampak El Nino Kuat

Musim Hujan Diprediksi Mundur ke Januari 2026, Petani Diminta Waspadai Dampak El Nino Kuat
Kepala Tim Pakar PPI-ITB, Tri Wahyu Hadi dalam diskusi 'El Nino Sangat Kuat 2026-207 dan Potensi Dampaknya di Indonesia' di Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Kamis (13/8/2026). Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com

Tingkat dampaknya, kata dia, tidak hanya ditentukan oleh kekuatan El Nino, tetapi juga kondisi kerentanan di masing-masing wilayah dan sektor. 

Karena itu, El Nino yang kuat tidak serta-merta berarti seluruh wilayah Indonesia akan mengalami dampak dengan tingkat keparahan yang sama. 

Tri Wahyu menyebut, terdapat sejumlah kejadian El Nino kuat yang pernah terjadi, antara lain pada 1997, 2015, dan 2023. 

Khusus pada 1997, dampaknya tergolong sangat kuat karena terjadi bersamaan dengan fenomena Dipole Mode positif. 

"Jadi ada faktor lain yang bisa memperkuat dampak. El Nino saja mungkin dampaknya tidak sekuat kalau disertai dengan fenomena lain tadi," jelasnya. 

Dia pun mengingatkan agar kondisi El Nino saat ini tidak langsung disebut sebagai yang paling parah. 

Menurutnya, kategori kekuatan El Nino diukur berdasarkan indeks tertentu, salah satunya indeks Nino 3.4. Meski indikator menunjukkan penguatan, belum bisa dipastikan apakah dampaknya akan lebih parah dibandingkan kejadian sebelumnya. 

"Sejak akhir Juni 2026, indeks ini sudah berada di angka 1,56 dan ini sudah masuk kategori kuat," ucap dia. (mcr27/jpnn)

Fenomena El Nino berdampak pada prediksi musim hujan yang mundur ke awal atau pertengahan Januari 2026 di Indonesia.


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News