Selasa, 20 November 2018 – 14:39 WIB

Mutiara Hitam Sempurna

Kamis, 30 Juni 2011 – 07:10 WIB
Mutiara Hitam Sempurna - JPNN.COM

Striker Persipura Boaz Solossa mengangkat throphy ISL 2010/2011. Foto:Gamel/CenderawasihPos

JAYAPURA- Champions take it All, itulah kalimat yang pantas diberikan kepada Persipura. Juara kompetisi Djarum Indonesia Super League (DISL) 2010/2011 telah direbut dua pekan lalu. Sedangkan top skor diraih Boaz Solossa pekan lalu, dan tadi malam di hadapan puluhan ribu suporter Persipura ketua Badan Liga Indonesia Andi Darussalam mengumumkan Boaz Solossa menjadi pemain terbaik musim ini.

Gelar yang diraih Persipura ini kian membuat anak-anak Persipura bangga setelah sebelumnya menaklukkan bintang-bintang ISL yang tergabung dalam All Stars di laga bertajuk perang bintang.

Boaz Solossa yang telah mengukuhkan sebagai top skor musim ini terpilih sebagai pemain terbaik mengalahkan dua kandidat lainnya, Bambang Pamungkas dan Aldo Baretto dan berhak atas sepatu emas.

Para pemain dan pelatih serta oficialpun bersukacita  memamerkan piala yang diraih dengan mengarahkan mengelilingi stadion. Sebelumnya setiap pemain dipanggil satu persatu ke atas panggung dalam proses penyerahan piala dan secara bergiliran pemain saling memeluk dan mencium piala yang musim lalu diperoleh Arema tersebut. 

"Ini kuasa Tuhan, apa yang dicapai hari ini adalah berkat kebesaran, kedewasaan dan kebersamaan yang dibangun selama ini," aku Ketua Umum Persipura, M.R Kambu. Pelatih Persipura, Jacksen F Tiago juga tak mampu menutupi rasa bahagianya.

Saat di panggung, ia menunjukkan bahwa piala tersebut memang sudah lama diidam-idamkan dan akhirnya semuanya bisa terwujud. Jacksen tidak saja mencium dan mengangkat tropi kemenangan tetapi juga memeluk erat saat duduk di podium.

"Ini pencapaian yang luar biasa. Apa yang didoakan selama ini akhirnya terwujud dan inilah moment paling bahagia bagi saya bersama tim ini, kami meraihnya bersama-sama," singkat Jacksen.

Usai memamerkan piala diatas podium, seluruh pemain lantas berlari mengitar lapangan dengan iringan lagu 'Champion'. Beberapa pemain asing seperti Bio Paulin, Zah Rahan dan Yoo Jae Hoon juga membawa bendera negara mereka masing-masing.

Sementara Jacksen sendiri lebih berbangga karena beberapa penonton ikut membawa bendera Brazil. Dari catatan, inilah sejarah baru yang diukir di Papua. Persipura tidak saja menjadi juara kali ke tiga tetapi mampu menyelenggarakan pertandingan kandang AFC dan menjadi tuan rumah Perang Bintang dan yang menyempurnakannya adalah memenangkan duel bertabur bintang tersebut.

Pada pertandingan yang dipimpin Jimi Napitupulu ini dua gol Persipura tercipta melalui kaki Zah Rahan di menit 39 dan 82. Tim All Star unggul lebih dulu melalui M. Ridwan di menit 30. Persipura memang menurunkan pemain terbaik mereka. Titus Bonay yang sebelumnya cedera engkel saat bermain di Nabire akhirnya diturunkan berduet dengan Boaz. Sementara tim All Star sendiri menurunkan Aldo Baretto, Christian Gonzales, Ronal Fargundez termasuk Bambang Pamungkas.

Babak pertama Persipura memang terlihat kesulitan untuk membuka pertahanan dan mencari celah lawan. Bahkan M.Ridwan yang berhasil masuk mendekati area penalty mampu melepaskan tendangan terukurnyan yang gagal ditahan Yoo Jae Hoon. Persipura menciba bangkit. Berkat kerjasama yang  apik antara Boaz dan Zah Rahan, golpun tercipta. Bola rebound yang tak sempurna dimentahkan Fery Rotinsulu dicocor oleh Zah Rahan.

Di babak kedua penampilan Persipura menggila. Serangan cepat dan taktis terus dilakukan. Tekanan demi tekanan yang dilakukan memaksa David Pagbe dkk harus bekerja ekstra dan memaksa terus bertahan. Gol kedua akhirnya tercipta dan kembali dari kerjasama yang baik melalui sentuhan satu dua antara Boaz dan Zah Rahan. Kiper pengganti Kurnia Mega tak mampu membendung sontekan keras pemain Liberia ini dan memaksa pertandingan berakhir dengan skor 2-1. (ade/wen)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar