Nasabah PNM ULaMM Denpasar Sukses Sulap Limbah Kayu Pantai Jadi Kerajinan Bernilai Ekspor
jpnn.com, JAKARTA - Tumpukan kayu yang terbawa ombak dan menepi di pesisir atau Tegallalang kerap menjadi bagian dari persoalan sampah pantai di Bali, termasuk di kawasan Tabanan.
Namun, seorang nasabah PNM ULaMM Wayan Sudira berhasil limbah kayu laut tersebut dan tidak berhenti sebagai masalah lingkungan.
“Dari kayu-kayu yang terdampar di pantai, saya melihat peluang untuk menghadirkan karya, membuka ruang ekonomi,” kata Wayan, Minggu (17/5).
Melalui Ulu Sari Handicraft, Wayan mengolah limbah kayu laut menjadi produk kerajinan bernilai jual tinggi, sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, khususnya poin 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, poin 14 tentang menjaga ekosistem laut.
Sejak bergabung dengan PNM ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro) pada 2017, Wayan mendapatkan akses pembiayaan dan pendampingan usaha secara rutin.
Dukungan tersebut turut memperkuat langkah Ulu Sari Handicraft untuk berkembang lebih terarah. Kini, usaha yang ia bangun telah memiliki dua workshop yang berlokasi di Singaraja dan Tegallalang, serta mempekerjakan 45 karyawan saat itu.
Tidak sedikit dari mereka merupakan saudara, masyarakat sekitar, hingga mantan pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja saat pandemi COVID-19. Siapa sangka, dari yang semulanya persoalan lingkungan, lahir ruang penghidupan baru bagi banyak keluarga.
Di saat pandemi membuat banyak usaha mikro dan kecil melemah, Ulu Sari Handicraft justru mendapatkan permintaan yang semakin besar dari pasar mancanegara.
Seorang nasabah PNM ULaMM Wayan Sudira berhasil limbah kayu laut tersebut dan tidak berhenti sebagai masalah lingkungan.
- APDESI Merah Putih Dorong Desa Jadi Lokomotif Ekonomi dan Ketahanan Pangan Nasional
- Kenaikan Harga Pertamax Dinilai Realistis untuk Menjaga APBN
- Stabilitas Rupiah Jangan Sampai Mengorbankan Keadilan Sosial
- Ada Saran dari Tantowi Yahya buat Pemerintah, Ini soal Pariwisata demi Ekonomi Negara
- BI-Rate & Pertamax Naik, Ekonom: Pukulan Keras Bagi Daya Beli Kelas Menengah
- Purbaya Beri Sinyal Efisiensi Lanjut Pada 2027, Ini Indikasinya
JPNN.com




