Jumat, 19 Januari 2018 – 10:37 WIB

Nasib Australia Jika Pendiri WikiLeaks Didepak Dari Kedutaan Ekuador

Kamis, 11 Januari 2018 – 18:00 WIB
Nasib Australia Jika Pendiri WikiLeaks Didepak Dari Kedutaan Ekuador - JPNN.COM

Ekuador berharap negaranya bisa memecahkan kebuntuan panjang yang telah menyebabkan pendiri WikiLeaks, Julian Assange, bersembunyi di Kedutaan Besar-nya di London selama lima tahun.

Negara ini tengah mencari mediator pihak ketiga untuk menjadi perantara kesepakatan dengan Inggris dalam upaya menemukan jalan bagi Assange, yang merupakan warga negara Australia, untuk meninggalkan bangunan mereka.

Ekuador telah "mempertimbangkan dan menjajaki kemungkinan mediasi" untuk menyelesaikan masalah ini.

Mengapa Assange di Kedubes Ekuador?

Assange dituduh memperkosa dua perempuan di Swedia pada 2010 dan kemudian ditangkap di London.

Ia dibebaskan dengan jaminan sementara melawan ekstradisi ke Swedia, namun setelah kalah banding pada tahun 2012, ia mencari suaka di Kedutaan Ekuador di London.

Assange telah berada di kedutaan kecil di wilayah Knightsbridge tersebut sejak saat itu.

Swedia kemudian mencabut semua tuduhan terhadap Assange, namun ia terus khawatir akan ekstradisi ke Amerika Serikat.

Situs WikiLeaks yang dibuatnya menerbitkan bocoran intelijen dari Amerika Serikat dan meski negara itu belum berusaha menangkapnya, Assange khawatir AS masih mempertimbangkan untuk menuntutnya.

Mengapa Assange mencari suaka di Ekuador?

Presiden Ekuador saat itu, Rafael Correa, adalah seorang kritikus vokal Amerika Serikat dan sekutu dari kritikus AS terkemuka lainnya -Hugo Chavez dari Venezuela.

Assange sebelumnya mewawancarai Correa untuk sebuah program televisi dan keduanya tampaknya memiliki hubungan dekat berkat ketidakpercayaan mereka terhadap AS.

Assange kemudian memilih Ekuador sebagai pilihan terbaiknya untuk mencari suaka saat ia kalah banding terhadap ekstradisi ke Swedia.

Apakah Ekuador sudah lelah?

Menteri Luar Negeri Ekuador, Maria Fernanda Espinosa, tampaknya sangat ingin mengeluarkan Assange dari kedutaan tersebut.

Tak hanya sulit memiliki pencari suaka permanen di kedutaan yang sangat kecil, ia membiarkan Ekuador memiliki hubungan diplomatik yang rumit dengan semua negara lain yang terlibat - Inggris, Amerika Serikat dan Swedia.

Ekuador berharap seorang pejabat internasional dengan pengalaman dalam negosiasi bisa bertindak sebagai mediator, atau sebuah negara yang saat ini tidak terlibat dalam pergumulan diplomatik.

Apa yang bisa menimpa Assange?

Profesor hukum internasional dari Universitas Nasional Australia (ANU), Don Rothwell, telah mengikuti kasus ini dengan seksama.

Ia yakin hanya ada sejumlah pilihan yang bisa dinegosiasikan.

"Seiring dengan berjalannya waktu, saya pikir hanya ada dua prospek untuk dia," sebutnya.

Prospek tersebut adalah jalan aman (atau safe passage) ke ibukota Ekuador, Quito, atau deportasi.

"Safe passage bisa diberikan kepadanya untuk pergi ke Ekuador di mana ia akan terus menikmati suaka dan perlindungan diplomatik," kata Profesor Don Rothwell.

Masalahnya bagi Assange dalam menerima tawaran suaka dari Ekuador adalah bagaimana bepergian ke negara Amerika Selatan itu.

Begitu ia meninggalkan kedutaan, Inggris kemungkinan akan menangkapnya karena melanggar persyaratan jaminan saat ia mencari suaka setelah kalah banding.

Inggris bisa setuju untuk tidak menangkapnya dan mengizinkan pengalihannya ke bandara sehingga ia bisa diterbangkan ke Quito.

Tapi Inggris telah lama mengutarakan niatnya untuk menangkap Assange karena melanggar jaminannya, dan tak menunjukkan tanda-tanda mundur.

Menanggapi langkah terbaru Ekuador untuk mencari mediasi, seorang juru bicara Pemerintah Inggris mengatakan: "Pemerintah Ekuador tahu bahwa cara untuk menyelesaikan masalah ini adalah agar Julian Assange meninggalkan kedutaan untuk menghadapi keadilan."

Pilihan ini akan membuat Assange meninggalkan kedutaan Ekuador, ditangkap oleh polisi Inggris dan diadili karena melanggar persyaratan jaminannya.

"Di bawah skenario itu, ia bisa dikenai hukuman penjara singkat di penjara Inggris," kata Profesor Rothwell.

"Ia kemudian akan dianggap melanggar hukum Inggris karena melanggar status imigrasi dan, sebagai warga negara Australia, dideportasi kembali ke Australia."

Jika dideportasi ke Australia, bisakah Assange dikirim ke AS?

AS tak pernah mengajukan tuntutan atau menuntut penangkapan Assange atas publikasi dokumen rahasia yang berkaitan dengan perang di Irak dan Afghanistan di situs WikiLeaks.

Namun, beberapa pejabat senior AS sangat kritis terhadap Assange di masa lalu dan membuatnya terus khawatir akan upaya penuntutan.

Kesepakatan yang dimediasi antara Ekuador dan Inggris kemungkinan besar harus mengatasi kekhawatiran Assange.

Tapi Profesor Rothwell mengatakan, ada batasan dalam jaminan atas apa yang bisa diberikan kepada Assange.

"Itu adalah masalah yang sangat sulit untuk ditangani seorang pejabat Pemerintah Australia ... [mengingat] tidak ada permintaan ekstradisi resmi yang telah dilakukan oleh Amerika Serikat ke Australia," sebutnya.

"Jika permintaan seperti itu dibuat, itu harus ditangani dengan prosedur normal, yang pada akhirnya bisa membuat masalah ini masuk ke pengadilan."

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

 
SHARES
Komentar