Senin, 16 Juli 2018 – 23:20 WIB

Nasib Menggantung Ratusan Anjing Greyhound Australia di Pacuan Macau

Senin, 09 Juli 2018 – 20:00 WIB
Nasib Menggantung Ratusan Anjing Greyhound Australia di Pacuan Macau - JPNN.COM

Nasib lebih dari 600 anjing greyhound asal Australia terkatung-katung dengan penutupan arena pacuan Canidrome yang terkenal di Macau, dalam waktu dekat.

"Masalah besarnya adalah kami masih memiliki 650 hewan," kata Albano Martins, presiden kelompok hak asasi hewan ‘Anima’.

"Apa yang akan mereka lakukan dengan hewan-hewan itu?."

Nasib ratusan hewan tak jelas

Penggunaan Canidrome itu telah menurun selama bertahun-tahun.

Menurut Andrew Scott, CEO dari Inside Asian Gaming, anak muda tidak tertarik pada balap anjing greyhound dan lebih peduli tentang kesejahteraan hewan daripada pendahulu mereka.

"Pengelolaan Canidrome Macau mungkin -mari bersikap sopan dan katakan -tidak memiliki system pengawasan," katanya.

"Rasa hormat terhadap hewan-hewan itu bukan seperti seharusnya. Dan banyak anak muda tak senang dengan hal itu."

Kurangnya sistem pengawasan-lah yang mendorong Greyhounds Australasia berhenti mengeluarkan paspor bagi anjing-anjing untuk dikirim ke Macau pada tahun 2014.

Namun pada tahun 2015, terungkap bahwa beberapa peternak Australia mengabaikan larangan tersebut dan anjing-anjing masih dikirim ke Macau dan ditempatkan dalam kondisi yang memprihatinkan di Canidrome.

Setelah larangan Australia, Canidrome berusaha untuk mendapatkan anjing dari Irlandia tetapi itu gagal dan sekarang arena itu akan ditutup pada 21 Juli.

Sembari menyambut akhir kehidupan Canidrome, kelompok-kelompok hak asasi hewan kini prihatin dengan apa yang akan terjadi pada ratusan anjing greyhound yang ditinggalkan tanpa rumah.

Anima telah mengumpulkan formulir adopsi dari lebih dari 600 orang di seluruh dunia yang siap untuk menampung kembali anjing-anjing greyhound itu tetapi Canidrome menolak menyerahkan mereka ke organisasi hak-hak hewan.

Meskipun banyak upaya oleh Greyhounds Australasia untuk membantu memfasilitasi adopsi kembali ke Australia, Canidrome belum bersedia untuk mengonfirmasi identitas anjing-anjing greyhound itu atau memberikan akses bagi para ahli perilaku anjing greyhound untuk menilai kepatutan anjing greyhound untuk dipulangkan kembali.

Sebaliknya, pusat balapan yang terkenal ini tengah menahan periode adopsi mereka sendiri, di mana masyarakat umum bisa mengadopsi satu dari anjing greyhound mereka dalam jumlah terbatas.

Tetapi sejumlah kecil anjing greyhound yang diadopsi menimbulkan pertanyaan tentang ratusan anjing lain yang tak dibuka untuk adopsi oleh staf Canidrome.

Canidrome tidak menanggapi pertanyaan resmi, tetapi salah satu anggota stafnya berkomentar.

"Kami akan terus memelihara anjing-anjing lainnya, dan kami akan mengatur tempat untuk memelihara mereka," kata Chris Kuong Weng Hong dari Asosiasi Karyawan Canidrome.

Khawatir anjing dikirim ke pacuan ilegal

Para aktivis tak memercayainya.

"Mereka hanya memberikan hewan yang sakit, yang dalam kondisi buruk," kata Martins.

"Yang baru yang dalam kondisi yang baik, mereka ingin menggunakan mereka di trek lain, ini adalah pendapat kami, di daratan China."

Sementara balap anjing greyhound dilarang di China daratan, perlombaan ilegal dan tidak berperaturan masih terjadi.

Para aktivis percaya bahwa acara-acara itu telah terjadi selama beberapa tahun.

Namun aktivis lokal, Edith Lam, khawatir tentang lebih dari sekedar balap ilegal.

"Kami sangat khawatir mereka akan mengirim anjing ke daratan China, karena ada begitu banyak balap ilegal, dan China secara ilegal melakukan perdagangan daging anjing," ujar Lam.

Ia telah mengadopsi anjing greyhound dari Canidrome dan mengawasi dengan seksama di mana anjing greyhound yang diadopsi lainnya berakhir.

Anjing greyhound menawan

Lam sekarang juga membantu mengembalikan beberapa anjing greyhound ke Australia.

Ia menghubungi pemilik anjing greyhound dari Australia, Nora Dieppe, setelah ia menemukan anjing Nora, Millie, memiliki saudara laki-laki yang dipelihara di Canidrome.

"Saya akhirnya tahu bahwa saudara [Millie] Jack sedang berlomba di Macau," kata Dieppe.

"Saat itulah hati sya hancur."

Melalui kampanye media sosial bernama Bring Jack Home (bawa pulang Jack), Dieppe dihubungi oleh Lam, yang berjanji akan membantu mengembalikan Jack ke Australia.

"Baru-baru ini ia memberi menelepon saya dan hanya mengatakan bahwa ia membawanya," kata Dieppe.

"Saya tadinya tak mengharapkan ia hidup."

Lam dan Dieppe sekarang bekerja sama untuk mengembalikan Jack ke Australia, sebuah proses yang membutuhkan tes kesehatan wajib dan vaksinasi.

Terlepas dari biaya ribuan dolar dan periode menunggu enam bulan, Dieppe mengatakan proses itu pantas ditunggu.

"Mereka sangat tabah, sabar, setia dan benar-benar istimewa," katanya.

Ia sekarang mendorong warga Australia lainnya untuk mengadopsi anjing greyhound kembali ke Australia.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

 
SHARES
Komentar