Nelayan Terdampak Tsunami dapat Perahu Jukung dari Jasindo dan BWA

Nelayan Terdampak Tsunami dapat Perahu Jukung dari Jasindo dan BWA
Pemberian bantuan perahu jukung secara simbolis. Foto dokumentasi Badan Wakaf Al-Qur'an

Bencana tsunami yang melanda kawasan Tanjung Lesung, di pesisir pantai barat Provinsi Banten pada 22 Desember 2018 masih berdampak pada kehidupan nelayan. 

Total sebanyak 31 nelayan kehilangan mata pencaharian dikarenakan perahu mereka rusak hancur dihantam tsunami.

Tanpa perahu itu, masyarakat nelayan tidak bisa melaut mencari ikan sehingga berdampak pada perekonomian.  

"Karenanya, kami mencoba membantu dengan memberi delapan unit perahu jukung," kata Group Head Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Cahyo Adi dalam siaran persnya, Jumat (17/9). 

Selain itu, juga diberikan alat tangkap ikan berupa pancing, jaring dan mesin ketinting dari total target 31 unit perahu jukung yang akan diberikan kepada para nelayan di Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Dalam penggunaannya, delapan perahu ini akan dikelola Badan Wakaf Al-Qur'an (BWA) sebagai lembaga filantropi Islam yang bergerak di bidang sosial. 

Sekaligus sebagai pengawas dan pembina para nelayan penerima manfaat dari wakaf produktif perahu jukung ini. 

"Bantuan ini selain menggerakkan ekonomi juga diharapkan mendukung pengembangan dakwah islam di desa bersama para dai setempat," kata Chief Finance Officer BWA Ustaz Ichsan Salam.

Pada 2020 Asuransi Jasindo telah menyalurkan bantuan CSR PKBL sebesar Rp 20.5 miliar. Bantuan tersebut hampir sebagian besar ditujukan untuk para petani, nelayan dan peternak di seluruh Indonesia. (esy/jpnn)

Jasindo dan Badan Wakaf Al-Qur'an memberikan bantuan perahu jukung untuk puluhan nelayan yang terdampak tsunami Tanjung Lesung.