New Rhun
Oleh Dahlan Iskan
Belanda puas: bisa memiliki pulau-pulau penghasil pala sepenuhnya. Perdagangan pala pun dimonopoli Belanda. Harga pala di Eropa dibuat sendiri oleh Belanda. Boleh dikata Belanda bisa makmur berkat pala dari Banda dan sekitarnya.
Kini, sekian ratus tahun kemudian, Manhattan berubah drastis jadi kota dengan ekonomi terbesar di dunia. Rhun tetap jadi Rhun apa adanya.
Kelak pada 1776 Inggris kehilangan Manhattan. Amerika Serikat merdeka. Belanda pada 1945 kehilangan Rhun. Indonesia merdeka.
Tidak. Tidak hanya Manhattan yang berubah. Kini Rhun juga sudah berubah. Hanya berubahnya tidak banyak.
Pokoknya Rhun juga sudah berbeda dari Rhun pada 1667. Dulu tidak ada penduduknya. Kini sudah ada satu kampung nelayan dengan semua rumah beratap seng.
Semua penduduk Rhun dari Suku Buton –pendatang dari Sulawesi Tenggara. Tidak ada penduduk asli. Mereka hidup dari mencari ikan di laut dan dari pohon pala di kebun.
Kalau Manhattan kini punya jalan utama yang disebut Fifth Avenue yang gegap gempita dan penuh gedung pencakar langit, kampung di Rhun punya satu jalan utama: lebarnya 1,5 meter, terbuat dari semen.
Di Rhun tidak ada sumber air tawar. Semua rumah punya bak beton untuk menampung air hujan yang jatuh ke atap mereka.
JPNN.com




