Nigeria Jadikan Indonesia sebagai Percontohan Penyelenggaraan Ibadah Haji

Nigeria Jadikan Indonesia sebagai Percontohan Penyelenggaraan Ibadah Haji
Delegasi National Hajj Commission Of Nigeria (Nahcon) saat melakukan studi banding ke Kemenag RI yang difasilitasi BPKH. Foto: dokumentasi BPKH

jpnn.com, JAKARTA - Sebagai negara dengan penduduk mayoritas umat muslim, Indonesia menjadi negara yang mengirimkan jemaah haji terbanyak di dunia.

Sebelum masa pandemi, jemaah yang melaksanakan ibadah haji mencapai 221 ribu orang (kuota normal) setiap tahun. Jumlah ini setara dengan 10 persen dari total jemaah haji dunia.

Hal ini membuat Indonesia menjadi contoh atau role model dalam penyelenggaraan ibadah haji negara lain di dunia, salah satunya oleh Nigeria.

National Hajj Commission Of Nigeria (Nahcon) mengirimkan 22 orang delegasi untuk mempelajari tata kelola keuangan dan penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia.

Rombongan ini dipimpin oleh Chairman atau Chief Executive Officer Nahcon Alhaji Zikrullah Kunie Hassan dan Kepala Badan Pelaksana BPKH Anggito Abimanyu serta bertemu dengan Ambassador of The Federal Republic of Nigeria untuk Indonesia Usman Ari Ogah.

Kepala Badan Pelaksana BPKH Anggito Abimanyu mengatakan pembiayaan dan tata kelola ibadah haji di Indonesia dilakukan dengan sistem yang menjunjung tinggi akuntabilitas dan transparansi.

“Sejumlah terobosan penting salah satunya pada sistem pemberian virtual kepada jemaah tunggu sehingga bisa mengecek uang yang disetorkan dan nilai manfaat yang diterima dari tahun ke tahun,” ucap Anggito dalam keterangannya, Kamis (6/10).

Menurut dia, hasil audit atas dana haji yang dikelola selama ini mendapatkan opini tertinggi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, yakni wajar tanpa pengecualian (WTP) selama empat tahun berturut-turut. 

Nigeria menjadikan Indonesia sebagai percontohan penyelenggaraan ibadah haji dengan mengirimkan 22 delegasi untuk belajar

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News