Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Menggeliat
jpnn.com - JAKARTA - Nilai tukar rupiah hari ini Rabu (15/7) pagi bergerak menguat 21 poin atau 0,12 persen menjadi Rp18.070 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.091 per dolar AS.
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menyatakan penguatan rupiah dipengaruhi melandainya inflasi AS.
"Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan menguat pada kisaran di Rp18 ribu-Rp18.105 per dolar AS, dipengaruhi faktor global melandainya inflasi AS dan menurunnya yield obligasi pemerintah AS," ungkapnya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.
Mengutip Anadolu, inflasi konsumen tahunan AS melambat menjadi 3,5 persen pada Juni 2026 yang di bawah ekspektasi pasar karena penurunan tajam harga energi mendorong penurunan bulanan terbesar sejak April 2020.
Tingkat inflasi tahunan melambat dari 4,2 persen pada Mei 2026.
Indeks Harga Konsumen turun 0,4 persen pada Juni dari bulan sebelumnya pasca naik 0,5 persen pada Mei.
Adapun inflasi inti, tak berubah secara bulanan dan melambat jadi 2,6 persen per tahun dari 2,9 persen pada Mei.
"Landainya inflasi AS didorong oleh penurunan harga minyak bulan Juni saat dijalankannya gencatan senjata AS dan Iran," ujar Rully.
Kurs atau nilai tukar rupiah hari ini Rabu (15/7) pagi menggeliat alias bergerak menguat dibandingkan penutupan sebelumnya.
- Harga Minyak Dunia Melambung, Rupiah Melorot ke 38 Poin
- Efek Langkah ‘Wait and See’ Investor, Rupiah Melemah
- Kurs Rupiah Hari Ini Dipengaruhi Data Keuangan Amerika Serikat
- Rupiah Moncer 121 Poin, USD Berada di Level Rp 17.511
- Mayoritas Mata Uang Kawasan Membaik, Rupiah Diperkirakan Menguat
- Dampak El Nino, Bank Mandiri Proyeksi Inflasi 3,5 Persen
JPNN.com




