Novo Nordisk Ajak Perempuan Memahami Dampak Obesitas Terhadap Kesehatan
PMOS merupakan penyebab tersering gangguan ovulasi, dan sekitar 35–50% perempuan dengan kondisi ini juga mengalami obesitas, yang dapat memperburuk gejala serta meningkatkan risiko komplikasi reproduksi maupun metabolik. Obesitas dan PMOS pun bisa menyebabkan kondisi yang kompleks.
“Pada sebagian perempuan, obesitas bisa memperburuk gejala dan dampak metabolik PMOS. Sementara perubahan hormonal dan metabolik yang berkaitan dengan PMOS juga bisa membuat pengelolaan berat badan menjadi lebih menantang,” tambah dr. Cynthia.
Untuk itu obesitas perlu mendapat perhatian yang serius. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, pendekatan pengelolaan obesitas juga terus berkembang.
Penanganan obesitas kini dilakukan melalui pendekatan multidisiplin yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap individu, mencakup perubahan gaya hidup, dukungan psikologis, terapi farmakologis sesuai indikasi medis, hingga tindakan bedah bariatrik pada pasien tertentu. Dalam pendekatan ini, perubahan gaya hidup dan terapi medis dipandang sebagai bagian yang saling melengkapi untuk membantu pasien mencapai pengelolaan berat badan yang berkelanjutan.
Salah satu perkembangan dalam tata laksana obesitas adalah hadirnya terapi GLP-1 receptor agonist (GLP-1 RA) yang bekerja pada mekanisme biologis pengatur rasa lapar dan kenyang di otak. Sesuai evaluasi dokter dan indikasi medis, terapi ini dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu pengelolaan berat badan, sebagai pelengkap perubahan gaya hidup.
Lebih dari sekadar menurunkan angka di timbangan, terapi ini juga mendukung quality weight loss, yaitu penurunan massa lemak dengan tetap mempertahankan massa otot, berpotensi menurunkan risiko penyakit kardiovaskular hingga 20%, serta memperbaiki parameter kesehatan metabolik lainnya.
Pilihan terapi obesitas perlu ditentukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan individual pasien oleh dokter. Pengelolaan obesitas dapat menjadi bagian dari pendekatan kesehatan yang menyeluruh bagi perempuan, termasuk bagi mereka yang hidup dengan PMOS.
Menegaskan komitmen Novo Nordisk dalam mendukung perjalanan kesehatan perempuan, dr. Riyanny Meisha Tarliman, Associate Director, Medical and Regulatory, Novo Nordisk Indonesia menyatakan obesitas bukan sekadar persoalan penampilan, melainkan kondisi kesehatan yang dapat memengaruhi kualitas hidup perempuan di berbagai fase kehidupan.
Novo Nordisk Indonesia mengajak publik memahami dampak obesitas di berbagai fase kehidupan perempuan.
- Bidik Loyalitas Pelanggan, Guardian Indonesia Hadirkan MyGuardian Rewards
- Bio Farma dan 23 Century Medical Group Jalin Kolaborasi, Ini Hasilnya
- Public Expose 2026, Merck Perkuat Bisnis Healthcare dan Perluas Pasar Asia
- Survei: 72 Persen Gen Z Indonesia Makin Aktif Jaga Kesehatan
- Gunungkidul Endemik Antraks, drh. Mirjawal Ingatkan Bahaya Tradisi Brandu
- Hansaplast Perkenalkan Inovasi Serta Keunggulannya
JPNN.com




