Nurdini Prihastiti Berdayakan Difabel Lewat Dama Kara hingga ke Mancanegara

Nurdini Prihastiti Berdayakan Difabel Lewat Dama Kara hingga ke Mancanegara
CEO Dama Kara Foundation Nurdini Prihastiti (paling kanan, barisan tengah) bersama para orang tua dan peserta kelas menggambar Dama Kara. Foto dok. Dama Kara Foundation

Ia kemudian mengundurkan diri, pindah ke Bandung, melanjutkan S2 Administrasi Bisnis di Institut Teknologi Bandung (ITB), sekaligus membuka usaha konveksi bersama suaminya.

“Saya merasa dengan berbisnis, manfaat yang bisa saya berikan sepertinya akan lebih banyak. Dalam artian, saya bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang-orang di sekitar saya ataupun membuat bisnis yang memiliki manfaat lebih banyak lagi,” ucapnya. 

Namun, usaha yang baru dirintis itu sempat menghadapi ujian besar ketika kapal yang mengangkut seragam dan suvenir pesanan klien di Kalimantan terbakar di tengah laut.

Seluruh produk hangus dan Dini harus memproduksi ulang pesanan dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Musibah tersebut justru menjadi titik refleksi bagi Dini dan suaminya. Mereka mulai memikirkan bagaimana bisnis yang dijalankan tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memberi manfaat bagi orang lain. 

Sejak berdiri pada awal 2020, Dama Kara kemudian mulai melibatkan perajin dan penjahit perempuan di sekitar Bandung serta sejumlah wilayah di Jawa Barat.

Para ibu diberi pelatihan dan dilibatkan dalam proses pengerjaan busana untuk membantu menambah penghasilan keluarga.

Langkah itu kemudian diperluas dengan merangkul penyandang disabilitas. Salah satu inspirasinya datang dari Iris, anak berkebutuhan khusus asal Inggris yang dikenalkan pada seni lukis sejak kecil sebagai bagian dari terapi dan kemudian menghasilkan berbagai karya abstrak ekspresif. 

CEO Dama Kara Foundation Nurdini Prihastiti memberdayakan difabel lewat Dama Kara hingga ke mancanegara

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News