Omah Bingen: Nostalgia Klasik Jawa-Sumatera di Tepian Kebun yang Syahdu di Ogan Ilir

Omah Bingen: Nostalgia Klasik Jawa-Sumatera di Tepian Kebun yang Syahdu di Ogan Ilir
Para pengunjung berfoto di Omah Bingen Ogan Ilir. Foto: Cuci Hati/JPNN.com.

jpnn.com - Pernah membayangkan menyesap hangatnya kopi rempah di teras rumah nenek sambil menikmati semilir angin kebun? Jika kamu sedang berada di sekitar Ogan Ilir Sumatera Selatan, ada satu tempat tersembunyi yang menawarkan sensasi 'pulang kampung' namanya Omah Bingen. 

Banyak yang mengira kafe ini murni mengusung konsep Jawa karena arsitekturnya yang sekilas mirip dengan kedai-kedai ikonik di lereng Gunung Merapi, Jogja. Namun, sangat barista Wahid menjelaskan bahwa Omah Bingen adalah sebuah harmoni dua budaya. 

"Nama 'Omah' sendiri dari Bahasa Jawa berarti Rumah, sedangkan 'Bingen' diambil dari bahasa Sumatera Selatan artinya zaman dahulu. Jadi, ini adalah Rumah Zaman Dulu," jelas Wahid saat ditemui di kedai Omah Bingen di Palem Raya, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Rabu (15/4/2026). 

Meskipun didominasi unsur klasik retro khas Jawa, interiornya tetap memberikan sentuhan lokal Sumatera. 

"Kalau di Jawa itu kita sering melihat ukuran wayang, di sini pengunjung akan disambut dengan lukisan-lukisan estetik dan rajutan bunga yang manis, menciptakan suasana yang lebih homey dan inklusif," kata Wahid. 

Bukan sekadar kopi susu kekinian, menu andalan di Omah Bingen justru kembali ke akar tradisi, yakni rempah.

Di sini anak muda diajak untuk nongkrong sehat dengan racikan minuman berbahan kunyit, kencur, kayu manis dan serai.

Untuk urusan perut, jangan khawatir, menu bakmi halal menjadi primadona di sini. 

Kedai Omah Bingen di Provinsi Ogan Ilir, Sumatera Selatan memadukan interior Jawa-Sumatera.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News