Operational Excellence Tingkatkan Nilai Ekspor Garmen RI hingga USD 2 Miliar
“Industri garmen Indonesia telah memasuki tahap penting dalam perkembangannya, di mana peningkatan daya saing membutuhkan fokus yang lebih kuat pada operational excellence,” jelas Anne.
Menurut dia, riset ini memberikan wawasan praktis bagi para pelaku industri mengenai berbagai tantangan operasional yang memengaruhi produktivitas dan kinerja ekspor.
“Kami menyambut baik kolaborasi dengan Vector Consulting Group dan berharap industri garmen di Indonesia dapat memperoleh manfaat dari pengalaman serta keahlian yang mereka miliki,” ujar Anne.
Senior Partner, Vector Consulting Group P. Senthilkumar menjelaskan selama bertahun-tahun, biaya tenaga kerja mendominasi diskusi tentang daya saing.
Namun, riset menunjukkan peluang yang lebih besar justru terletak pada peningkatan operational execution.
Produsen yang mampu membangun stabilitas eksekusi melalui praktik shop floor yang disiplin berpotensi meningkatkan sewing-line efficiency sebesar 20%–30%, mencapai hingga 90% performa On-Time In-Full (OTIF), mengurangi customer lead time sebesar 20%–30%, meningkatkan laba operasional sekitar 20%, serta mengurangi working capital yang tertahan dalam persediaan sebesar 20%–30%.
“Laporan ini menawarkan roadmap praktis untuk membantu produsen garmen Indonesia membuka peluang untuk bertumbuh di masa depan,” ujar Senthilkumar.
Country Head – Indonesia, Vector Consulting Group Rajesh Inamdar menambahkan laporan ini didasarkan pada realita operasional sehari-hari di industri tekstil dan garmen Indonesia.
Vector Consulting Group bersama Asosiasi Garment dan Textile Indonesia (AGTI) merilis laporan terbaru potensi nilai tambah ekspor garmen hingga USD 2 miliar mel
- Pemerintah Bakal Bangun 3 Pabrik Tepung Telur
- Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 2 Ribu Ekor Belangkas Tujuan Malaysia
- Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi Diharapkan Mampu Menekan Hambatan Investasi
- 30 Ribu Batang Baja Ringan Asal Kendal Melenggang ke Pasar Australia
- Soroti Rekam Jejak Bahlil, Akademisi Optimistis Hilirisasi Energi Makin Cepat
- Baja Ringan Produksi Kendal Tembus Australia, Potensi Ekspor Rp 132 Miliar per Tahun
JPNN.com




