Pak Dokter Cerita, Nilai UN Anaknya Rata – rata 92,5, Gagal PPDB Jalur Zonasi

Pak Dokter Cerita, Nilai UN Anaknya Rata – rata 92,5, Gagal PPDB Jalur Zonasi
Korwil Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I) Jatim Eko Mardiono sibuk urusan PPDB 2019. Foto: Istimewa for JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Pengumuman hasil seleksi PPDB SMA / SMK di Jatim sudah dilakukan Sabtu (22/6) pagi. Banyak wali murid yang tak bisa menyekolahkan anaknya di SMA / SMK negeri meski nilai ujian nasional (UN) mereka tinggi. Siapa yang tinggal dekat sekolah, punya kans lebih besar masuk sekolah negeri.

“Kalau ada yang mungkin tidak diterima di SMA-SMA yang sudah diharapkan, tentu kami mohon maaf. Karena memang kapasitasnya 35 persen. Kalau dibanding permendikbud, pergub sudah memberikan diskresi 20 persen,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Pergub yang dikeluarkan Khofifah memang banyak bertentangan dengan Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 tentang PPDB. Sampai-sampai Mendikbud Muhadjir Effendy mengeluarkan surat teguran agar pemprov Jatim berpegang teguh dengan aturan tersebut.

Khofifah pun terbang ke Jakarta untuk bertemu langsung dengan Muhadjir 9 Mei lalu. Dia menerangkan bahwa deskresi yang dia lakukan berisi harapan-harapan para wali murid. Mereka demo untuk mendesak Khofifah memasukkan nilai UN sebagai kriteria kelulusan PPDB.

BACA JUGA: Mama Pusing karena Anak Gagal PPDB Zonasi, Banyak Swasta Tutup Pendaftaran

Namun Mendikbud menerangkan dengan berbagai alasan bahwa usulan tersebut tidak bisa diterima. Zonasi dilakukan untuk pemerataan pendidikan. Namun desakan dan demonstrasi dari para wali murid membuat sikap Muhadjir berubah.

Ada kesempatan menambah kuota sebesar 15 persen untuk menampung siswa berprestasi yang tak diterima di sekolah. Khofifah menegaskan bahwa pemprov sudah memanfaatkan kesempatan itu dengan menambah kuota 20 persen.

”Jadi pergub kita itu sudah lebih dari hasil revisinya pak Mendikbud kemarin,” kata mantan Menteri Sosial tersebut.

Seperti dr Sugiharto yang cerita anaknya tak lolos PPDB jalur zonasi tingkat SMA Negeri di Jatim, padahal nilai UN rata-rata 92,5 per mapel.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News