Pak Sekda Ungkap Rancangan Skema Sumber Gaji PPPK Paruh Waktu
jpnn.com - LOMBOK TENGAH — Sebanyak 4.591 tenaga honorer baik itu tenaga pendidikan, tenaga kesehatan dan teknis dinyatakan lulus administrasi dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu 2025 di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, NTB, mulai merancang skema sumber-sumber gaji PPPK paruh waktu, setelah adanya pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat.
"Kami sedang mengonsolidasi sumber pengajian untuk PPPK paruh waktu tersebut," kata Sekda Lombok Tengah Lalu Firman Wijaya di Lombok Tengah, Senin (20/10).
Dia menjelaskan untuk PPPK paruh waktu tenaga teknis, direncanakan dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Untuk PPPK paruh waktu guru, dari dana biaya operasional sekolah (BOS). “Untuk tenaga kesehatan PPPK paruh waktu itu dari dana kapitasi," ungkap Firman.
Oleh karena itu, pihaknya saat ini tengah melakukan verifikasi terhadap berkas PPPK paruh waktu tersebut.
Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya rekayasa syarat administrasi yang dilaksanakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
"Kami validasi data dahulu dan menunggu keputusan dari pemerintah pusat," katanya.
Sementara itu, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Lombok Tengah menyatakan 4.591 tenaga honorer baik itu tenaga pendidikan, tenaga kesehatan dan teknis dinyatakan lulus administrasi dalam seleksi PPPK paruh waktu 2025.
Sekda Lombok Tengah Lalu Firman Wijaya mengungkap rancangan skema sumber gaji PPPK paruh waktu. Begini penjelasannya.
- Hasil Survei, Sebegini Kisaran Gaji Guru Honorer, Mungkin Anda Sudah Tidak Kaget
- 5 Berita Terpopuler: Tidak Menolak MBG, tetapi Belum Menerima Gaji, Forum PPPK Ungkap 16 Tuntutan
- Siapa Bilang Jabar Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji PPPK Paruh Waktu? Ini Faktanya
- Info Penting untuk PPPK Paruh Waktu, Sepekan Lagi ya
- PNS dan PPPK Daerah Dilarang Live Streaming saat Jam Kerja
- PPPK Paruh Waktu & Honorer Tidak Menolak MBG, Hanya Minta Presiden Bersikap Adil
JPNN.com




