Pakar Dorong Diplomasi Sawit Proaktif untuk Hadapi Diskriminasi Perdagangan Global
jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) Tungkot Sipayung menekankan upaya diplomasi sawit nasional perlu menggunakan pendekatan yang lebih proaktif.
Pemerintah dinilai perlu memperkuat diplomasi kelapa sawit sebagai langkah strategis untuk menjaga daya saing komoditas nasional di tengah meningkatnya hambatan perdagangan global.
Diplomasi sawit idealnya tidak lagi bersifat reaktif, melainkan harus berfungsi sebagai instrumen intelijen pasar yang mampu mengantisipasi potensi hambatan sejak tahap perumusan kebijakan.
Tungkot menjelaskan keberhasilan diplomasi tidak hanya diukur dari penyelesaian sengketa, tetapi juga dari efektivitas dalam mencegah kebijakan yang merugikan industri sawit nasional.
“Seharusnya diplomasi sawit yang baik adalah jika kita berhasil meredam atau mencegah timbulnya kebijakan negara lain yang merugikan industri sawit nasional," kata Tungkot di Jakarta, belum lama ini.
Tungkot mengakui diplomasi pemerintah dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan hasil positif, terutama melalui strategi diversifikasi pasar ekspor sawit.
Strategi tersebut terbukti berhasil mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasar tradisional, khususnya di kawasan Uni Eropa.
Saat ini ekspor minyak sawit Indonesia telah tersebar luas ke berbagai kawasan mulai dari India, China, Pakistan, Bangladesh, Afrika, hingga Amerika Utara.
Pakar menekankan upaya diplomasi sawit nasional perlu menggunakan pendekatan yang lebih proaktif.
- Pakar Sebut Minyak Sawit Merah Bisa Jadi Solusi Atasi Stunting di Indonesia
- APPKSI Minta Satgas PKH Turun Tangan Selesaikan Masalah Kebun Sawit KSB Rohil
- 9 Pelaku Karhutla di Sumsel Ditangkap, Sawit & Kopi Jadi Alasan Utama Pembakaran Lahan
- Penerapan K3 yang Benar Kunci Tingkatkan Loyalitas dan Produktivitas Sawit
- Dorong Kelancaran Ekspor, Bea Cukai Dekatkan Layanan dengan Pelaku Usaha di Daerah Ini
- Tingkatkan Produktivitas Pergerakan Truk Ekspor-Impor di Tanjung Priok, JICT Optimalkan Dual Move
JPNN.com




