Pakar Lingkungan Nilai PSEL Bali Efektif Kendalikan Sampah dan Emisi
jpnn.com, JAKARTA - Pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bali dinilai menjadi langkah strategis untuk mempercepat penanganan persoalan sampah sekaligus memperkuat pengendalian dampak lingkungan di Pulau Dewata.
Ketua Harian Perkumpulan Ahli Lingkungan Indonesia atau Indonesian Environmental Scientist Association (IESA) Dr. Lina Tri Mugi Astuti di Jakarta, Rabu, mengatakan PSEL relevan dengan kondisi pengelolaan sampah saat ini, terutama ketika pemilahan dari sumber belum berjalan optimal.
Menurut dia, penumpukan sampah secara terbuka atau open dumping berpotensi melepaskan gas metana secara tidak terkendali dan berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca.
“Ketika dilakukan open dumping, masalah utamanya berkaitan dengan perubahan iklim. Gas metana terlepas secara tidak terkendali dan berpotensi besar menyumbang gas rumah kaca. Berbeda ketika sampah dikelola,” kata Lina.
Ia menjelaskan PSEL dapat menggunakan beragam teknologi, mulai dari biogas hingga pirolisis. Namun, melihat karakteristik sampah yang belum sepenuhnya terpilah, teknologi insinerasi dinilai menjadi salah satu pilihan untuk mempercepat pengolahan sampah skala besar.
“PSEL sebenarnya dapat menggunakan banyak teknologi, bukan hanya insinerator. Namun, melihat kondisi sampah sekarang, teknologi yang bisa dilakukan untuk percepatan saat ini adalah insinerator,” ujarnya.
Lina menekankan keberhasilan teknologi tersebut sangat ditentukan oleh sistem pengendalian emisi dan pengawasan lingkungan yang konsisten.
“Yang perlu diperhatikan adalah control emission system atau sistem pengendalian emisinya. Insineratornya harus teruji dan emisi yang ditimbulkan dapat dikendalikan,” katanya.
Pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bali dinilai menjadi langkah strategis untuk mempercepat penanganan persoalan sampah
- Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Rawa Badak & Rusunawa Rorotan
- Dukung PSEL Legok Nangka, PLN Ubah Ribuan Ton Sampah Menjadi Listrik
- Marinus Gea Dorong Pendampingan Psikologis untuk Anak Korban Aksi Kekerasan Massa di Bali
- Terbongkar Sindikat Miras Ilegal di Bali, Bea Cukai Sita 20 Ribu Botol
- Bongkar Penimbunan Miras Ilegal Senilai Rp 12,55 M di Bali, Bea Cukai Ungkap Kronologinya
- WNA Inggris Penyelundup Kokain 1,4 Kg di Bali Dituntut 10 Tahun Bui
JPNN.com




