Pakar Politik Ini Ungkap Penyebab Banyak Kepala Daerah Terjerat Korupsi
Walakin, dia menekankan bahwa integritas individu tetap menjadi faktor penentu utama selain sistem administrasi.
Dia menilai sistem yang baik tetap rentan diselewengkan jika tidak dijalankan oleh figur yang berintegritas.
Dalam upaya memutus mata rantai korupsi tersebut, Ridho mendorong pemerintah dan DPR memanfaatkan momentum revisi Undang-Undang Pemilu serta Undang-Undang Partai Politik untuk melakukan reformasi sistem pendanaan politik.
Beberapa poin krusial yang dia tawarkan antara lain, mendesain mekanisme kampanye yang tidak bergantung pada pengeluaran dana besar, memperkuat pengawasan ketat terhadap keuangan partai politik.
Selain itu, perlu memastikan rekrutmen penyelenggara pemilu dilakukan melalui mekanisme yang independen dan akuntabel.
"Reformasi harus dilakukan secara menyeluruh. Selama biaya politik masih tinggi, potensi korupsi kepala daerah akan selalu menjadi ancaman bagi tata kelola pemerintahan daerah yang bersih dan melayani," katanya.(ant/jpnn)
Pakar politik dari UMY Ridho Al-Hamdi mengungkap penyebab banyak kepala daerah terjerat korupsi. Ini terkait politik berbiaya tinggi dan utang budi politik.
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam
- Kasus Suap Proyek NTB, KPK Panggil Tiga Saksi dari PT AMGM
- Dugaan Sponsorship Fashion Show Anak, KPK Periksa Notaris dan Swasta
- Aparat Tak Bakal Sembarangan Sita Harta Warga setelah RUU Perampasan Aset Disahkan
- Anak Usaha KAI Suap Rp 1,36 Miliar 5 ASN Kemenhub, Nih Daftar Namanya
- PT PSMI Sudah Setor Rp 100 Miliar, Kasus Korupsi Diambil Alih Kejagung
- Pakar Hukum Nilai Sudewo Pati Berpotensi Bebas, Simak Penjelasannya
JPNN.com




