Pakar Sebut Mandatori Biodiesel Efektif Tekan Impor Solar
jpnn.com, JAKARTA - Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Rhenald Kasali menilai kebijakan mandatori biodiesel memiliki peran strategis dalam mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).
Rhenald menjelaskan kebijakan mandatori biodiesel memiliki potensi besar sebagai substitusi solar dan efektif menekan impor BBM secara signifikan.
Terlebih, ketersediaan bahan baku kelapa sawit dalam negeri terbilang melimpah, serta kesiapan teknologi pengolahan relatif matang.
"Program biodiesel memang efektif menekan impor solar dan memperbaiki neraca perdagangan energi melalui pengurangan impor solar secara signifikan. Program itu bisa menghemat devisa hingga US$8-10 miliar per tahun," kata Rhenald dari keterangan pers, pada Selasa (14/4).
Rhenald Kasali menekankan tata kelola industri kelapa sawit yang baik guna mendukung keberlanjutan program biodiesel.
Mencakup upaya pencegahan deforestasi, pelestarian lingkungan, serta penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat.
Dia juga mengharapkan program biodiesel mampu meminimalkan potensi konflik antara kebutuhan pangan dan energi (trade-off fuel-food).
"Perlu diingat, sawit bukan produk homogen untuk energi. Peningkatan alokasi crude palm oil (CPO) ke energi dapat mengurangi pasokan pangan yang memicu kesulitan bagi substitusi dapur, yaitu kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng," ujarnya mengingatkan.
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Rhenald Kasali menilai kebijakan mandatori biodiesel efektif menekan impor solar.
- Anwar Abbas: Ekspor SDA Indonesia Besar, tetapi Rakyat Masih Banyak yang Miskin
- Dukung Mentan Amran Polisikan 300 Perusahaan Sawit, Sahroni: Babat Habis Kartel!
- SPKS Sebut Harga TBS Belum Pulih Sejak Pengumuman Ekspor Satu Pintu
- Pakar: Brand RI yang Tak Dikutip AI Akan Tak Terlihat di 2026
- Ketua DPD Yakin Harga Sawit Kembali Normal Secara Bertahap
- Ketua DPD RI Sultan Minta Satgas Pangan Polri Tidak Tegas Pabrik Sawit yang Membeli TBS di Bawah Harga Acuan
JPNN.com




