Pakar: Waspadai Dampak Perang terhadap Haji dan Umrah
jpnn.com, JAKARTA - Prasasti Center for Policy Studies (Prasasti) melihat adanya resiliensi atau daya tahan pada struktur ekonomi nasional di tengah konflik Timur Tengah.
Policy and Program Director Prasasti, Piter Abdullah menilai kondisi volatilitas pasar saat ini justru dapat dipandang sebagian investor sebagai peluang strategis.
Penurunan harga aset justru menjadi momentum bagi pemilik modal untuk mengoleksi instrumen keuangan domestik.
“Gejolak seperti ini tidak otomatis membuat investor keluar. Justru bagi sebagian pihak, ini bisa menjadi timing untuk masuk dan mengoleksi aset-aset keuangan kita,” kata Piter dalam keterangannya, dikutip Minggu (8/3).
Terkait potensi arus modal keluar atau capital outflow, Piter menyatakan tidak terlalu mengkhawatirkan hal tersebut.
Menurut Piter, posisi kepemilikan asing di pasar saham dan obligasi dalam negeri sudah mengalami penyesuaian jauh sebelum konflik ini memanas.
“Untuk aliran capital outflow, saya tidak terlalu khawatir. Dalam beberapa waktu terakhir memang sudah terjadi penyesuaian, sehingga kalaupun masih ada yang keluar, jumlahnya tidak banyak,” imbuhnya.
Piter memandang struktur ekonomi Indonesia yang kuat di pasar domestik memberikan bantalan relatif terhadap eskalasi geopolitik.
Prasasti Center for Policy Studies (Prasasti) melihat adanya resiliensi atau daya tahan pada struktur ekonomi nasional di tengah konflik Timur Tengah.
- Prabowo Pidato di DPR, IHSG Naik 0,86%, Pasar Butuh Langkah Konkret
- Prabowo Cetak Tradisi Bicara KEM dan PPKF, Legislator Singgung Kepastian Pasar Modal
- Iran Bentuk Badan Baru untuk Memalak Kapal-Kapal di Selat Hormuz
- Makin Brutal, Iran Ancam Ubah Laut Oman Jadi Kuburan Kapal
- Menjelang Puncak Haji, PPIH Bentuk Timsus Mina untuk Jemaah Lansia dan Sakit
- Ini yang Dilakukan Bea Cukai dalam Mengawal Kelancaran Penyelenggaraan Haji 2026
JPNN.com




