Paling Susah Menilai Integritas

Paling Susah Menilai Integritas
Paling Susah Menilai Integritas
JAKARTA - Seleksi calon anggota Komisi Yudisial (KY) mulai memasuki babak penentuan. Lusa (Selasa, 31/8) hasil profile assessment terhadap 40 orang calon anggota KY akan diumumkan Panitia Seleksi (Pansel) KY.

 

Ketua Pansel KY, Harkristuti Harkrisnowo mengatakan, 40 calon tersebut telah mengikuti tahapan profile assessement. Mereka menjalani serangkaian tes untuk mengukur integritas, komitmen, konsistensi, dan kepemimpinan para calon.

 

Yang paling susah, kata Harkristuti, adalah mengukur integritas. Sebab, panitia hanya mampu mengukur di atas kertas. Akurasinya tak bisa seratus persen. "Itu karena tes ini bersifat normatif. Mereka memang terlihat memiliki integritas saat tes, tapi dalam praktek kita nggak tahu. Tapi paling tidak kecenderungan mereka bisa bisa ketahuan lah," katanya di Jakarta, Sabtu (28/8).

 

Harkristuti mencontohkan sejumlah pimpinan komisi negara. Mereka semua lolos uji integritas di pansel. Namun, beberapa dari mereka tetap juga tersandung skandal dan praktek mafia perkara. Misalnya, eks Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar (terdakwa kasus pembunuhan berencana) dan duo pimpinan LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) yang terlibat praktek mafia perkara Anggodo Widjojo,  I Ktut Sudiharsa dan Myra Diarsi.

JAKARTA - Seleksi calon anggota Komisi Yudisial (KY) mulai memasuki babak penentuan. Lusa (Selasa, 31/8) hasil profile assessment terhadap 40 orang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News