Paloh: Rugi jika Pemerintah Intervensi

Paloh: Rugi jika Pemerintah Intervensi
Paloh: Rugi jika Pemerintah Intervensi
PEKANBARU -- Sinyalemen intervensi pemerintah dalam penyelenggaraan musyawarah nasional (munas) Partai Golkar makin santer menjelang acara pembukaan malam ini. Tapi kubu Surya Paloh tak percaya soal kemungkinan intervensi tersebut. "Rumorsnya saya dengar. Ada telepon-telepon, tekanan-tekanan, tapi saya tidak percaya itu," kata Surya Paloh saat jumpa pers di Hotel Aryaduta, Jl Diponegoro, Pekanbaru, setibanya dari Bali, Senin 5 Oktober.

Menurut Paloh, pemerintah pasti akan memosisikan diri di tengah semua golongan masyarakat. Termasuk juga partai politik di negeri ini tanpa kecuali. Jadi pemerintah tetap akan menjalankan fungsinya. "Makanya itu sekadar rumors saja. Tidak mungkin pemerintah ikut campur, mengatur dan memberikan arahan-arahan untuk memilih calon tertentu," kata Surya.

Baginya, ia akan berjalan sesuai niat baik, pikiran yang baik. Mudah-mudahan, katanya, juga bisa memberikan hasil terbaik. Tapi Surya juga tak mau mengimbau pemerintah untuk tidak melakukan intervensi. Sebab menurutnya, itu tidak perlu karena ia yakin pemerintah juga tidak akan mau melakukan intervensi.

"Untuk apa? Tidak ada gunanya dan tidak menguntungkan pemerintah yang dipimpin SBY untuk melakukan intervensi. Saya kira itu kerugian besar kalau pemerintah intervensi," ujarnya. Paloh menegaskan, ia tak mau melibatkan atau mencari dukungan dari parpol lain. Kendati demikian, dia mengaku tetap menjalin komunikasi terus dengan parpol lain untuk membangun iklim perpolitikan di negeri ini.

PEKANBARU -- Sinyalemen intervensi pemerintah dalam penyelenggaraan musyawarah nasional (munas) Partai Golkar makin santer menjelang acara pembukaan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News