Panas Bumi Makin Dilirik, Pengamat Harap Pemimpin Baru PGE Akselerasi Pengembangan

Panas Bumi Makin Dilirik, Pengamat Harap Pemimpin Baru PGE Akselerasi Pengembangan
Proyek pembangkit listrik panas bumi berpotensi menjadi andalan dalam transisi energi dari energi fosil menjadi energi baru terbarukan. Foto: ilustrasi/dokumetasi humas Pertamina

“Tantangan-tantangan ini perlu diselesaikan secara bertahap agar pengembangan panas bumi dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan. Indonesia sudah memiliki kajian cukup banyak dan pemetaan-pemetaan mengenai potensi panas bumi,” tambah Telisa.

Di sisi pembiayaan, Telisa menilai pembentukan Danantara berpotensi menjadi katalis penting dalam mempercepat akselerasi pemanfaatan panas bumi guna mendukung perekonomian nasional. 

Telisa berharap PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) sebagai pemain panas bumi terbesar di tingkat nasional, dapat membantu merumuskan dan mengimplementasikan solusi akan berbagai tantangan panas bumi.

PGE baru saja mengumumkan pergantian kepemimpinan, dengan Ahmad Yani resmi menjabat sebagai Direktur Utama yang sebelumnya dijabat oleh Julfi Hadi. 

Menurut Telissa, pergantian kepemimpinan di PGE dapat menjawab berbagai kendala operasional dalam pengembangan panas bumi.

“Pergantian kepemimpinan Pertamina Geothermal Energy saya pikir dilakukan untuk menyesuaikan agar ekosistem yang sedang dibangun sesuai dengan ekspektasi dari Danantara. Semoga dibawah kepemimpinan baru, berbagai kendala tersebut dapat diselesaikan dengan memastikan semua aspek terpenuhi,” pungkas Telisa.

Sebelumnya, PGE memperkuat kepemimpinan perusahaan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta, Senin (20/1/2026). Selain menunjuk Ahmad Yani sebagai Direktur Utama, PGE juga menetapkan Andi Joko Nugroho sebagai Direktur Operasi, posisi yang sebelumnya dijabat Ahmad Yani.

Ahmad Yani pernah menjabat sebagai Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk sejak 2023.

Industri energi baru dan terbarukan (EBT) memegang peran yang sangat strategis dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News