Pangdam Bukit Barisan: Lebih Baik Ikut Arisan Ketimbang Main Judol
jpnn.com, PADANG - Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) I/Bukit Barisan Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Rio Firdianto mewanti-wanti agar tidak ada prajurit yang berada di bawah kesatuan tersebut terlibat praktik judi online atau judol.
"Saya tekankan kepada seluruh prajurit untuk tidak terlibat dalam permainan judi online, karena semua yang atur mesin dan kalian akan selalu merugi," kata Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Rio Firdianto di Kota Padang, Kamis.
Hal tersebut disampaikan saat dia memberikan pengarahan kepada 800 prajurit di Markas Batalion Infanteri 133/Yudha Sakti, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).
Dalam arahannya, Mayjen TNI Rio menegaskan praktik judol merupakan tindakan melanggar hukum. Artinya, setiap prajurit yang terbukti terlibat judol akan dikenai sanksi.
Di saat bersamaan pemerintah termasuk TNI terus berupaya agar judol tidak merambah atau merusak anak bangsa.
"Lebih baik kalian menabung atau main arisan dengan sesama rekan, jauh lebih menguntungkan, tidak ada orang dari hasil main judi itu menjadi kaya," kata dia mengingatkan.
Senada dengan itu, Komandan Korem (Danrem) 032/Wirabraja Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Mahfud mengatakan arahan Pangdam I/Bukit Barisan harus disikapi dan dijalankan agar tidak ada prajurit TNI yang terlibat apalagi kecanduan judol.
"Judol ini akan merusak atau menghancurkan ekonomi keluarga kita," kata Danrem Wirabraja.
Pangdam Bukit Barisan meminta kepada prajuritnya untuk menghindari judi online atau judol.
- OJK Minta Bank Blokir 38.375 Rekening yang Terindikasi Judi Online
- Gubernur Luthfi: Bansos Lansia Korban Penyalahgunaan KTP Dipulihkan
- Bareskrim Ungkap Judi Online dengan Transaksi Rp1,03 Triliun
- Mentan Amran Copot 13 Pejabat Kementan Terlibat Judi Online
- Pengamat Hukum Ungkap Alasan Pentingnya Memeriksa Kembali Budi Arie di Kasus Judol
- Pencurian Emas Rp 350 Juta di Pacitan, Polisi Tangkap Pelaku
JPNN.com




