Pangi Soroti Polemik Menteri dan DPR yang Jadi Beban Kerja Prabowo

Pangi Soroti Polemik Menteri dan DPR yang Jadi Beban Kerja Prabowo
Presiden Prabowo Subianto. Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/Pool/AFP

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menyoroti adanya ketidakselarasan antara kinerja Presiden Prabowo Subianto yang dinilai pro-rakyat dengan sejumlah menteri dan anggota DPR yang justru sibuk menciptakan polemik.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting ini menilai presiden telah menunjukkan kepemimpinan yang tegas dan visioner, sementara di sisi lain, para pejabat di bawahnya justru kerap membuat kebijakan dan pernyataan kontroversial.

"Presiden Prabowo Subianto terus menunjukkan kepemimpinan yang tegas, visioner, dan berpihak pada rakyat. Namun di saat Presiden berjuang keras mengemban wibawa Indonesia, sebagian menteri dan anggota DPR justru sibuk memantik polemik melalui pernyataan maupun kebijakan kontroversial yang meresahkan publik," ujar Pangi Syarwi Chaniago dalam rilisnya, Kamis (28/8).

Dia mengapresiasi langkah tegas presiden dalam berbagai kebijakan, seperti menghentikan pemberian tantiem bagi direksi dan komisaris BUMN yang dinilai tidak masuk akal. Kebijakan ini, menurutnya, menjadi bukti nyata kepekaan dan empati presiden terhadap kesulitan rakyat sehari-hari.

Selain itu, penampilan presiden di parade Bastille Day 2025 di Prancis juga disebut menunjukkan wibawa Indonesia di kancah global.

Namun, Pangi menilai sejumlah menteri dan anggota DPR justru menjadi beban dengan berbagai kontroversi yang mereka timbulkan.

"Alih-alih mendukung kerja presiden, sejumlah menteri dan anggota DPR justru membuat gaduh. Bukan hanya gagal membantu, bahkan terkesan menjadi beban pemerintah akibat komentar dan kebijakan yang ngawur," tegasnya.

Dia menyebutkan sejumlah contoh, seperti usulan tunjangan rumah fantastis bagi anggota DPR yang mencapai Rp50 juta, pernyataan anggota DPR yang mengeluh macet di Bintaro-Senayan, hingga kebijakan pemblokiran rekening nganggur oleh PPATK yang menimbulkan keresahan.

Pangi berpesan para pejabat negara menghentikan polemik dan lebih peka terhadap penderitaan rakyat.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News