Papua: Perang Narasi Abadi
Oleh: Laurens Ikinia - Peneliti di Institute of Pacific Studies dan Dosen HubunganInternasional UKI Jakarta
Jumat, 12 Juni 2026 – 16:47 WIB
Peneliti di Institute of Pacific Studies dan Dosen HubunganInternasional UKI Jakarta Laurens Ikinia. Foto: Source for JPNN.com
jpnn.com -
Tidak ada yang benar-benar netral saat berbicara tentang Papua.
Bagi sebagian orang, ia adalah pangkuan Ibu Pertiwi yang sedang berjuang keluar dari keterbelakangan.
Bagi yang lain, ia adalah luka sejarah yang tak kunjung usai.
Namun, satu hal yang pasti: Papua bukan sekadar titik di pinggir peta Indonesia.
Ia adalah arena tempat makna-makna besar bertarung—kedaulatan versus kemanusiaan, legalitas versus legitimasi, pembangunan versus pengakuan.
Pertanyaannya, bagaimana semua ini bisa menjadi tontonan dunia?
Dan, siapa sesungguhnya yang paling berpengaruh dalam membentuk cara global memandang Bumi Cenderawasih?
Penyelesaian persoalan Papua membutuhkan pendekatan dialogis, penghormatan terhadap kemanusiaan, dan kesediaan semua pihak untuk sungguh-sungguh mendengarkan.
BERITA TERKAIT
- 3 Nelayan Hilang Kontak di Perairan Utara Pulau Numfor belum Ditemukan, Tim SAR Terus Bergerak
- Tegar Bimantoro Tanggapi Insiden Ledakan di Purwakarta, Simak
- Dari Monroe ke Asta Cita
- Jenguk Korban Kebakaran di Klademak II, DPD Gerindra Papua Barat Daya Salurkan Bansos
- Layanan Re-impor Helikopter Medis Permudah Evakuasi Pasien di Wilayah Terpencil Papua
- Nasib KIP 44.000 Mahasiswa Papua?
JPNN.com




