Parmusi Siap Lepaskan Diri dari PPP

Parmusi Siap Lepaskan Diri dari PPP
Parmusi Siap Lepaskan Diri dari PPP
JAKARTA -- Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) berancang-ancang melepaskan diri dari Partai Persatuan Pembangunan. Salah satu organisasi masyarakat yang dulu merupakan bagian dari fusi PPP pada awal pembentukan 1972 tersebut akan memberikan kebebasan penuh kepada anggotanya untuk memilih saluran politik.

Keputusan tersebut kemarin (7/8) mulai digodok dalam Mukernas (Musyarah Kerja Nasional) I Parmusi di Hotel Sahid, Jakarta. "Kami ingin Parmusi berpolitik dengan cerdas. Situasi politik periode terdahulu berbeda dengan yang akan datang," tegas Sekjen Parmusi Imam Suhardjo di sela acara pembukaan di Jakarta kemarin (7/8).

Dia menyatakan, kader Parmusi tidak akan dilarang berkiprah di partai lain. Artinya, PPP tidak akan menjadi satu-satunya partai yang dirujuk organisasi berbasis massa Islam tersebut. "Kami ingin melihat peluang politik ke depan dengan lebih cerdas saja," tegasnya. Mukernas Parmusi kali ini memiliki suasana berbeda. Sebab, Ketua Umum Parmusi Bachtiar Chamsyah sedang menjalani penahanan KPK terkait dengan dugaaan kasus korupsi semasa menjabat sebagai menteri sosial.

Soal lepasnya Parmusi dari PPP, Bachtiar Chamsyah kerap menyuarakannya dalam sejumlah kesempatan. Pada saat menjelang Pemilu 2009, ketika mengadiri acara Parmusi di Sumatera, politikus senior PPP itu menyatakan bahwa setiap anggota Parmusi bebas memilih partai mana saja. Terakhir, pada Juni 2010, Bachtiar bahkan mulai menjajaki kemungkinan bergabung dengan Partai Golkar. Selain mengadakan diskusi yang digarap bersama Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie, sejumlah pertemuan dilakukan antardua tokoh tersebut.

JAKARTA -- Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) berancang-ancang melepaskan diri dari Partai Persatuan Pembangunan. Salah satu organisasi masyarakat

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News