Selasa, 23 Juli 2019 – 02:24 WIB

Partai Golkar Dukung Perubahan Kurikulum

Senin, 18 Februari 2013 – 13:31 WIB
Partai Golkar Dukung Perubahan Kurikulum - JPNN.COM

Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie tengah berbincang dengan Mendikbud Mohammad Nuh di sela-sela diskusi publik kurikulum 2013 yang diadakan Fraksi Golkar DPR, Senin (18-2) M Fathra Nazrul Islam.jpg Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie tengah berbincang dengan Mendikbud Mohammad Nuh di sela-sela diskusi publik kurikulum 2013 yang diadakan Fraksi Golkar DPR. Foto: M Fathra Nazrul Islam/JPNN

JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie (ARB) menyatakan dukungannya terhadap Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang berencana menerapkan perubahan kurikulum 2013, pertengahan Juli mendatang.

Dukungan ini disampaikan langsung oleh ARB dalam pidatonya saat membuka diskusi publik kurikulum 2013 di gedung KK II DPR RI, Senin (18/2). Dia mengaku mengikuti hiruk pikuk rencana perubahan kurikulum di tengah masyarakat, terutama adanya kecurigaan publik hanya untuk memuluskan proyek buku.

"Tapi ternyata persiapan pelaksanaan yang menjadi persoalan. Setelah mendengar penjelasan Pak Nuh, saya gembira," kata Ical -sapaan Aburizal Bakrie- di hadapan peserta diskusi.

Ical menyatakan, dukungan terhadap rencana perubahan kurikulum pendidikan itu karena sesuai dengan visi Partai Golkar tentang masa depan bangsa. Karenanya, saat berbicara soal pendidikan, apapun harus dipertaruhkan.

Kurikulum menurutnya merupakan satu instrumen sentral untuk mencapai tujuan pendidikan. Maka dalam pergantian kurikulum, semua harus ditelaah secara mendalam dengan melibatkan pihak terkait agar tidak ada kecurigaan.

Karena itu, pihaknya mengingatkan pentingnya memikirkan masak-masak perubahan kurikulum. Bagaimanapun kurikulum bukan sekedar pedoman teknis penyelenggaraan pendidikan. Tapi mencerminkan falsafah hidup bangsa.

"Partai Golkar mendukung perubahan kurikulum yang partisipatif dan kami berharap Mendikbud cermat dan teliti dalam menerapkan kurikulum, libatkan pihak terkait. Lakukan persiapan matang, sosialisasikan, siapkan guru-guru serta sarana prasarananya," pungkas dia.(Fat/jpnn)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar