Partisipasi Pemilih Menurun, Pemilu-Pilkada Serentak di Tahun yang Sama Perlu Diubah
"Tingkat partisipasi masyarakat pada saat pemilu nasional itu sangat tinggi, mencapai 88 persen, tetapi pada saat pelaksanaan Pilkada Serentak itu mengalami penurunan drastis," kata Umi.
Lebih lanjut, Umi juga mengungkapkan dampak negatif tentang persiapan Pemilu dan Pilkada yang begitu singkat. Hal ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia pada saat proses tahapan. Bawaslu DIY berusaha menjawab permasalahan tersebut dengan membuat Program Pemilu Sehat yang melibatkan beberapa fakultas kedokteran dan dinas kesehatan di DIY.
Program ini dilakukan untuk melakukan pengecekan kesehatan penyelenggara pemilu dan demi mencegah jatuhnya korban. Namun ia menekankan bahwa solusi jangka pendek seperti ini tak cukup jika akar masalahnya penumpukan agenda besar negara dalam waktu sempit tidak segera ditinjau ulang.
“Satu nyawa yang hilang untuk demokrasi adalah harga yang terlalu mahal. Kita harus berhenti menormalkan ini,” tutur Umi.
Pada sesi tanya jawab Dicky Andrika dari KPU Tanah Datar juga memberikan masukan tentang seluruh tahapan pilkada serentak untuk selanjutnya sebaiknya dibiayai oleh APBN, agar tidak ada lagi tarik-menarik kepentingan politik antara KPU daerah dengan pemerintah daerah.
Peneliti Dignity Indonesia Isnaini Destyfitriana menilai, webinar yang diselenggarakan oleh Dignity menjadi penting dilakukan guna memberikan uang evaluasi bersama bagi para penyelenggara dan pemangku kepentingan untuk mempertimbangkan ulang efektivitas pelaksanaan Pemilu dan Pilkada secara serentak di masa mendatang.
Ihwal penyelenggaraan pemilu serentak di tahun yang sama, Desty menilai, format keserentakan pemilu dan pilkada di tahun yang sama perlu ditinjau ulang demi memberikan ruang agar baik pemilu di tingkat nasional, pemilu legislatif di tingkat daerah dan pilkada yang ada di tingkat daerah mendapatkan perhatian publik yang sama besarnya.
"Saya pikir perlu ada reformulasi keserentakan, bukan sekedar waktu bersamaan tanpa keterkaitan satu pemilu dengan pemilu lainnya. Sebagai contoh, kita bisa lihat bersama karena keserentakan di tahun yang sama isu pileg daerah tenggelam oleh isu pilpres dalam kampanyenya. Isu Pilkada pun seolah tidak terlalu menjadi perhatian publik setelah baru beberapa bulan sebelumnya publik larut dalam hingar bingar Pilpres dan Pemilu Legislatif," ujar Desty.(ray/jpnn)
Penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada secara bersamaan dalam satu tahun menyebabkan penurunan signifikan partisipasi pemilih.
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean
- Mendagri Tito Minta DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu
- Jazuli Soal Indikator Pemilu Berkualitas: Melahirkan Politisi Negarawan & Indonesia Maju
- Pemilu Hijau di Ruang Siber
- Pentingnya Unit Intelijen Digital Bawaslu
- Gus Yahya Tegaskan Muktamar PBNU Bukan Batu Loncatan Pemilu 2029
- Megawati: Kalau Sekarang Pemilu Dibilang Mahal, Itu Aneh Bagi Saya
JPNN.com




