JPNN.com

Partisipasi Publik di Pilkada 2020 Diprediksi Anjlok

Rabu, 05 Agustus 2020 – 21:39 WIB
Partisipasi Publik di Pilkada 2020 Diprediksi Anjlok - JPNN.com
Warga saat mengikuti pencoblosan Pilkada DKI Jakarta 2017 di TPS 06, Rawa Barat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (15/2). Foto by: Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Ekskutif Oversight of Indonesia's Democratic Policy Satyo Purwanto memperkirakan tingkat partisipasi masyarakat untuk menggunakan hak suara di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020, tidak akan maksimal. Sulit melihat angka partisipasi pemilih mencapai angka 70 persen di Pilkada serentak 2020.

"Partisipasi masyarakat dalam Pilkada 2020 ini akan anjlok, sekira 60 sampai 65 persen," kata Satyo dalam pesan singkatnya kepada jpnn, Rabu (5/8).

Satyo beralasan, kasus Covid-19 belum mereda ketika rangkaian Pilkada serentak 2020 dilaksanakan. Hal itu yang mengakibatkan pemilih sungkan menggunakan hak suara.

"Perkiraan minimnya tingkat partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan Pilkada 2020 disebabkan beberapa faktor, pertama karena akibat belum meredanya Covid-19," tegas Satyo.

Selain itu, ujar dia, Pilkada serentak 2020 bukanlah keinginan rakyat. Pilkada ialah hajatan yang diinginkan elite agar terjadi perputaran ekonomi dalam skala lokal.

"Berdasarkan data dari lembaga-lembaga survei yang telah merilis hasilnya diakhir bulan Juli lalu, mayoritas masyarakat menginginkan Pilkada diundur," beber dia.

Kemudian, ujar dia, Pilkada serentak 2020 tidak menyentuh persoalan rakyat kecil selama pandemi. Raakyat hanya menginginkan pemerintah bisa memberikan stimulus ekonomi agar kesejahteraan meningkat.

"Pilkada tidak berpengaruh langsung untuk mengatasi kesulitan kehidupan sehari-hari mereka (rakyat)," pungkas Satyo. (ast/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
adil