Pasokan Gas Bumi Terganggu Akibat Perang, Industri Petrokimia Tertekan
jpnn.com, JAKARTA - Industri petrokimia nasional mengalami tekanan akibat terganggunya pasokan gas bumi, yang diperparah eskalasi konflik geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat-Israel.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas), Fajar Budiono mengungkapkan pasokan gas faktor krusial yang menentukan biaya produksi.
Para pelaku industri petrokimia diketahui semakin kewalahan setelah adanya pengumuman terbaru mengenai keterbatasan suplai gas.
"Kemarin pada saat suplai gas, ada pengumuman untuk tidak menaikkan kapasitas, kami juga kaget," kata Fajar Budiono, saat dihubungi Jpnn.com, dikutip Kamis (26/3).
Akibat ketidakpastian pasokan gas tersebut, industri mengambil langkah darurat demi mempertahankan operasional pabrik.
Fajar menyebut industri harus beralih ke sumber energi alternatif, sehingga berdampak pada pembengkakan beban biaya perusahaan.
"Itu yang pertama. Yang kedua, karena perang juga, akhirnya juga bahan baku juga sedikit mengalami ketidakpastian jadwal pasokannya," tuturnya.
Di sisi lain, industri petrokimia juga harus berhadapan dengan lonjakan permintaan musiman.
Industri petrokimia nasional mengalami tekanan akibat terganggunya pasokan gas bumi, yang diperparah eskalasi konflik geopolitik antara Iran dan AS-Israel.
- Bakom Sebut Proyek Jargas Dongkrak Industri Nasional, Tak Hanya Kurangi Impor LPG
- Tekan Impor LPG, Pemerintah Kejar 1,45 Juta Sambungan Jargas hingga 2029
- Perkuat Ketahanan Energi, Brantas Abipraya Bangun Pipa Gas Dusem
- Iran tak Akan Biarkan AS Tentukan Waktu Perang atau Perdamaian Berlangsung
- Konflik Global Meningkat, Anggota DPR RI Ungkap Pentingnya Paradigma Koeksistensi
- Konflik dengan Iran Kian Panas, AS Tingkatkan Kekuatan Militer di Timur Tengah
JPNN.com




