Pasokan Gas Bumi Terganggu Akibat Perang, Industri Petrokimia Tertekan
Kebutuhan bahan baku untuk memproduksi berbagai barang konsumsi selama bulan puasa dan hari raya menjadi tekanan tambahan di tengah krisis energi.
Idealnya, industri berjalan lebih maksimal di periode puncak, dengan target utilisasi 90 persen.
"Ya harusnya sih di atas 80%. Tapi kan karena ada kondisi itu ya kita 70-80 lah. Karena kalau menghadapi puasa dan Lebaran itu kami harus running di atas mendekati 90%," jelasnya.
Namun, tahun ini, target utilisasi industri hanya ditargetkan mencapai 70-80 persen.
Rendahnya angka pemanfaatan kapasitas produksi atau utilisasi ini menjadi sorotan utama bagi keberlangsungan industri hilir.
Sayangnya, penurunan target utilisasi tersebut juga tak tercapai, karena gangguan pasokan gas bumi dan keterbatasan bahan baku.
"Enggak bisa tercapai, karena ya pertama gasnya enggak ada, kedua juga bahan bakunya enggak ada, padahal kami harus dikejar untuk memenuhi bahan baku kebutuhan Lebaran dan puasa ini," tuturnya.
Fajar tidak menampik pelaku usaha di sektor petrokimia merasa sangat terbebani oleh situasi global yang tidak menentu.
Industri petrokimia nasional mengalami tekanan akibat terganggunya pasokan gas bumi, yang diperparah eskalasi konflik geopolitik antara Iran dan AS-Israel.
- Iran Bakal Balas Serangan AS dengan Tegas
- Pemerintah Diminta Menunda Pembentukan BLU Batubara
- Presiden Pezeshkian: Iran Sedang Menghadapi Perang Berskala Penuh
- Doktrin Militer Iran Berubah, Dari Bertahan Jadi Menyerang
- PGN Perluas Jargas Sleman, Ribuan Rumah hingga Pelaku Usaha Nikmati Efisiensi
- HUT ke-81 RI, Pertagas Tegaskan Komitmen Jaga Keandalan Infrastruktur Gas
JPNN.com




