Senin, 19 Agustus 2019 – 19:10 WIB

Paviliun Indonesia di Venice Biennale 2019, Representasi Ciri Khas Bangsa

Senin, 13 Mei 2019 – 16:25 WIB
Paviliun Indonesia di Venice Biennale 2019, Representasi Ciri Khas Bangsa  - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Indonesia kembali berpartisipasi dalam ajang seni rupa tertua dan terbesar di dunia, Venice Biennale atau La Biennale di Venezia.

Paviliun Indonesia yang mengangkat tema “Lost Verses: Akal Tak Sekali Datang, Runding Tak Sekali Tiba” ini merupakan hasil karya kolaborasi tim artistik terpilih, yang terdiri dari Asmujo Jono Irianto (kurator), Yacobus Ari Respati (ko-kurator), Syagini Ratna Wulan dan Handiwirman Saputra (seniman).

Paviliun Indonesia secara resmi dibuka Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia Triawan Munaf pada Rabu (8/5). Triawan menyampaikan kebanggaannya akan kehadiran wacana seni rupa kontemporer Indonesia termutakhir melalui Paviliun Indonesia di Venice Biennale yang ke-58 ini.

“Paviliun ini merupakan representasi dari ciri khas bangsa Indonesia yang mengutamakan kebersamaan dalam keragaman. Paviliun tidak lagi menonjolkan sosok individu sebagaimana partisipasi kami sebelumnya, melainkan merupakan akumulasi dari buah pikir banyak kepala di dalam satu kelompok kerja yang bernegosiasi di tengah kebinekaan,” ujar Triawan di dalam sambutannya.

BACA JUGA: Kubu Prabowo – Sandi Minta Pemungutan Suara Ulang Pilpres di Jateng

Akal tak sekali datang, runding tak sekali tiba” sendiri merupakan sebuah peribahasa asal Minang yang diadaptasikan oleh tim artistik menjadi serangkaian instalasi yang terdiri dari lima komponen karya, yakni Meja Runding, Buaian, Susunan Kabinet, Ruang Merokok, dan Mesin Narasi.

Kelima komponen karya ini mengisi area seluas 500 m2 di Ruang 340, Isolotto, The Arsenale—yakni area pameran yang merupakan bekas gudang persenjataan tertua di Venesia.

Para pengunjung Paviliun Indonesia diundang untuk menikmati karya yang hadir layaknya permainan atau labirin pemikiran melalui obyek-obyek yang ditampilkan, representasi tim artistik akan representasi makna menjadi Indonesia dan persilangannya dengan seni rupa kontemporer dunia. Hal ini selaras dengan tema besar Venice Biennale 2019, yakni “May You Live in Interesting Time.”

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar